JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polsek Masaran Pastikan Kasus Tewasnya Alba Anak Punk Terus Diusut

Polsek Masaran Pastikan Kasus Tewasnya Alba Anak Punk Terus Diusut

464
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Polsek Masaran memastikan sudah menyelesaikan gelar perkara kasus pengeroyokan pemuda beraliran punk, Alba Wahyu Saputro (25) hingga tewas di Dukuh Bibis, Desa Jati, Masaran 12 Agustus silam.

Lebih dari dua pemuda yang terlibat pengeroyokan, sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang dipicu ulah kriminal pemuda punk asal Dukuh Bogolan RT 1/1, Karanganyar, Sambungmacan yang diketahui sering mencuri tersebut.

“Gelar perkara sudah kita lakukan. Tersangkanya juga sudah kita tetapkan. Tapi untuk jumlahnya belum bisa kami sampaikan. Yang pasti karena kasusnya pengeroyokan, tentu jumlah tersangkanya lebih dari satu. Bisa dua, bisa empat bisa lima atau bahkan lebih,”  papar Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Kapolsek Masaran AKP Mujiono, Selasa (15/9).

Mujiono mengungkapkan gelar perkara sekaligus penetapan tersangka memang dilakukan POlsek karena sejak awal kasus tersebut memang ditangani oleh Polsek. Pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap para tersangka untuk dimintai keterangan lanjutan.

Selain itu, tim juga melakukan penyitaan barang bukti dalam kasus tersebut. Diantaranya barang bukti HP milik salah seorang remaja asal Bibis yang dicuri korban empat hari sebelum pengeroyokan. Kemudian, celana, baju dan beberapa abarang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian juga turut dilakukan penyitaan.

Lebih lanjut, AKP Mujiono menjelaskan dengan sudah dilakukan gelar perkara dan penetapan tersangka, penanganan kasus tersebut selanjutnya dilimpahkan ke Polres Sragen. Meski demikian, Polsek tidak lepas tangan namun tetap membackup kelanjutannya termasuk memfasilitasi pemanggilan tersangka apabila dibutuhkan.

Disinggung identitas siapa saja yang sudah ditetapkan tersangka, ia mengaku belum bisa membeberkan. Termasuk ketika disinggung apakah salah satunya kakak remaja yang HP-nya dicuri Alba, Mujiono hanya tersenyum.

“Semua terlibat dan terbukti melakukan pengeroyokan. Jumlahnya lebih dari satu,” pungkasnya.

Sementara, Kasubag Humas AKP Saptiwi Retnowati menambahkan kasus tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri dalam menyikapi temuan atau menangkap pelaku tindak kriminal.

Sebab jika sampai terjadi tindakan anarkis apalagi sampai mengakibatkan tewasnya pelaku, maka yang rugi justru warga sendiri karena bisa dikenakan pasal pidana.

“Kalau sekiranya menangkap pelaku tindak kriminal, lebih baik diserahkan ke aparat terdekat atau hubungi kepolisian terdekat agar diproses hukum,” tandasnya.

Wardoyo