Presiden Sering Pulang Kampung, Kodim Surakarta Rindukan Senjata Baru

Presiden Sering Pulang Kampung, Kodim Surakarta Rindukan Senjata Baru

305
Pistol P-1 buatan PT Pindad yang menjadi senjata organik kesatuan teritorial TNI | Ari Kristyono
Pistol P-1 buatan PT Pindad yang menjadi senjata organik kesatuan teritorial TNI | Ari Kristyono

SUKOHARJO –  Kodim 0735/Surakarta sebagai kesatuan teritorial TNI, dilengkapi dengan persenjataan yang umumnya berusia tua. Latihan menembak pun hanya dua kali setahun. Meski mengaku cukup, Komandan Kodim Letkol Inf Chrisbianto Arimurti merindukan jajarannya mendapat senjata baru yang lebih mumpuni.

Chrisbianto, saat latihan menembak di lapangan Yonif 413 Kostrad di Sukoharjo, Rabu (2/9/2015) mengatakan, latihan dua kali setahun cukup bagi anggota Kodim yang tugas utamanya bukan bertempur, melainkan pertahanan teritorial.

Baca Juga :  Ini Cara Warga Karangasem Solo Meriahkan HUT ke-72 RI

“Kalau senjata, ya silakan lihat sendiri. Senapan M-16 A1 ini sudah dipakai sejak 1980-an. Sedangkan pistol P-1 ini buatan PT Pindad, sudah tua juga, tapi semua masih berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Meski, saat wawancara Chrisbianto mengakui  saat ini tugas pengamanan memang meningkat seiring terpilihnya Presiden Jokowi yang berdomisili di Solo. Saat Presiden pulang kampung, Kodim biasanya mendukung pengamanan di ring kedua.

Baca Juga :  Dana Hibah Keraton Kasunanan Surakarta Tertahan, Ini Sebabnya

“Ya, kalau ditanya, semua tentara pasti ingin dipersenjatai yang lebih baik dan modern. Saya sih menganggap kalau Kodim diberi senjata baru buatan PT Pindad, itu sudah lebih dari cukup. Misalnya sekarang kan era pistol P-2 dan senapan SS1 atau SS2. Itu barang bagus, sudah terbukti dan diakui oleh militer internasional,” tandasnya.

Ari Kristyono

BAGIKAN