Produk Penelitian Perguruan Tinggi Masih Sulit Diaplikasikan

Produk Penelitian Perguruan Tinggi Masih Sulit Diaplikasikan

113
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO – Kebanyakan produk penelitian di Perguruan Tinggi (PT) sampai saat ini masih sulit diaplikasikan di dunia industri.

Seperti yang terjadi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dimana berdasarkan data Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS Solo, hanya lima persen dari jumlah total 500 proposal penelitian yang telah direspons oleh dunia Industri.

Ketua LPPM UNS Solo, Sulistyo Saputro, mengutarakan, seharusnya seorang peneliti harus mampu memberikan solusi terhadap kesulitan yang dialami oleh pemerintah.

“Seperti misalnya kesulitan dalam menghadapi kelangkaan dan keterbatasan persediaan energi dan Sumber Daya Alam lainnya. Dan peneliti juga wajib menjalin hubungan dengan dunia industri,” urainya saat ditemui di sela kegiatan “Lokakarya Spin Off Pemasaran Produk-Produk Hasil Penelitian pada Dunia Industri”, Senin (7/9/2015) di Hotel Syariah.

Sulistyo menekankan, peneliti merupakan pilar pengelola inovasi di tingkat universitas maka harus senantiasa merancang, mengoptimalkan dan mendorong potensi sumberdaya inovasi di tingkat universitas.

“Namun kenyataannya penelitian di perguruan tinggi sampai saat ini masih sebatas skala laboratorium sehingga tidak mudah untuk merealisasikannya dalam dunia industri,” paparnya.

Sementara itu, Lokakarya Spin Off Komersialisasi Hasil Penelitian menampilkan narasumber dari Bank Indonesia, Rumah Sakit Orthopedi Prof. Dr. Soeharso, Ketua Tim Mobil Listrik Nasional UNS dan sejumlah ketua tim peneliti lainnya. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan secara simbolik antara UNS dengan PT Acidatama dan PT Sari Jaya untuk produksi Bio fuel.

Triawati Prihatsari Purwanto

BAGIKAN