JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Produsen Desak Pemerintah Naiikan Harga Obat

Produsen Desak Pemerintah Naiikan Harga Obat

68
BAGIKAN
Ilustrasi: adaderana.lk
Ilustrasi: adaderana.lk

SEMARANG – PT Phapros Tbk menyatakan harga obat harus segera dinaikkan pemerintah seiring penguatan mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku obat.

Kenaikan biaya produksi konsekuensi logis dari gejolak ekonomi dipicu devaluasi yuan China alias Tiongkok. Bahan baku obat-obatan di Tanah Air masih sangat banyak yang diimpor, termasuk obat-obatan generik yang seharusnya bisa murah harganya.

“Kami sudah melakukan diskusi dengan sejumlah pihak di antaranya gabungan perusahaan farmasi, BUMN, dan BUMN farmasi terkait kenaikan harga obat,” kata Direktur Utama PT Phapros Tbk, Iswanto, di Semarang, Rabu (2/9/2015).

Menurut dia, sebagai produsen yang memenuhi kebutuhan obat nasional terkait dengan kebijakan BPJS, PT Phapros keberatan dengan kenaikan harga bahan baku itu.

“Komponen bahan baku impor pada obat generik ini cukup tinggi, bahkan mencapai 65-70 persen dari seluruh komponen bahan baku yang digunakan,” katanya.

Padahal, dari awal terjadinya penguatan dolar AS terhadap mata uang rupiah hingga saat ini sudah mencapai 25 persen.

Secara keseluruhan, total kebutuhan bahan baku impor dari India dan China sudah mencapai 95 persen.

“Dikhawatirkan jika harga obat tidak segera dinaikkan kami menjadi tidak konsisten dalam menyuplai kebutuhan obat di satuan kerja terkait program BPJS di antaranya dinas kesehatan dan rumah sakit,” katanya.

“Kami sudah mengusulkan besaran kenaikan tersebut antara 25-30 persen untuk seluruh jenis obat yang terkait dengan BPJS,” katanya.

Aris Widiastuti | Antara