Profesi Apoteker Masih Menjanjikan

Profesi Apoteker Masih Menjanjikan

132
Ilustrasi: unair.ac.id
Ilustrasi: unair.ac.id

SOLO – Keberadaan apoteker di tengah masyarakat belum dirasakan secara nyata hingga saat ini. Bahkan hanya kurang dari 10 persen Puskesmas di Indonesia yang memiliki tenaga apoteker.

Hal tersebut diungkapkan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Tengah, Jamaludin J Effendi pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker angkatan ke-28 Universitas Setia Budi (USB) Surakarta, Selasa (22/9/2015), di Gedung Wanita Surakarta.

Jamaludin menyebutkan, kondisi tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi para apoteker baru. Menurutnya, jika diambil sisi positifnya terkait kondisi kebutuhan apoteker di sejumlah sarana dan prasarana layanan kesehatan masyarakat maka apoteker mempunyai kesempatan lebar.

Baca Juga :  Siswa SD Marsudirini Ikuti Workshop Paper Craft

“Masih banyak sarana dan prasarana layanan kesehatan termasuk Puskesmas yang belum memiliki apoteker. Bahkan Puskesmas yang mempunyai apoteker baru ada kurang dari 10 persen, termasuk di Jawa Tengah. Maka jika tahun 2017 seluruh Puskesmas di Indonesia wajib memiliki apoteker, ada lebih dari 4.800-an apoteker yang dibutuhkan,” paparnya.

Dikatakan Jamaluddin, keberadaan apoteker saat ini lebih banyak ditemui di daerah perkotaan dan selalu berorientasi pada bisnis.

“Apoteker saat ini selalu berorientasi pada praktik farmasi, orientasinya bisnis. Ini menjadi catatan bahwa kefarmasian atau profesi apoteker itu seperti profesi setengah matang. Di satu sisi kefarmasian dituntut praktik secara benar, di sisi lain praktik bisnis itu sangat kental,” ujarnya.

Baca Juga :  Meriahnya Saat Yayasan Marsudirini Surakarta Gelar Aneka Lomba

Ditambahkannya, ketergantungan pada investor yang sangat tinggi, membuat apoteker kesulitan untuk berpraktik secara benar.

Sementara itu, Ketua Program Studi Apoteker Fakultas Farmasi USB Surakarta, Dewi Ekowati menuturkan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker angkatan ke-28 diikuti 150 apoteker dengan 24 diantaranya berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Triawati Prihatsari Purwanto

BAGIKAN