JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Program Guru Bersertifikasi Solo Terganjal Kuota Pusat

Program Guru Bersertifikasi Solo Terganjal Kuota Pusat

97
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Pemenuhan program guru bersertifikasi di Kota Solo terganjal kuota Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dari pemerintah pusat.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo memastikan guru PNS di Kota Solo yang belum bersertifikasi hanya tinggal tiga persenan.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Solo, Sulardi, mengungkapkan, jumlah tiga persen tersebut untuk guru PNS semua jenjang dengan jumlah 5.600-an.

Sedangkan untuk jumlah guru tetap yayasan (GTY) yang belum bersertifikasi lebih banyak yaitu sekitar 30 persenan dari jumlah total 6.700-an.

“Karena data GTY selalu berubah. Dan untuk target pemenuhan guru bersertifikasi tahun 2015 ini belum bisa dipastikan karena PLPG kita tergantung kuota dari pemerintah pusat. Yang jelas, bagi guru yang telah diangkat sebelum tahun 2015 diselesaikan melalui PLPG. Namun bagi guru dengan masa kerja diangkat PNS atau ditetapkan sebagai GTY setelah tahun 2015 bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ). Tapi untuk teknisnya masih menunggu kepastian dari pemerintah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/9/2015), saat ditemui usai mengisi acara di Gedung Aisyiyah Solo.

Seperti diketahui, guru yang belum sertifikasi atau belum memiliki sertifikat pendidik profesional yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terancam tidak bisa mengajar beberapa bulan ke depan.

Pasalnya, pemerintah menentukan batas akhir ketentuan guru harus bersertifikasi dan mengantongi ijazah sarjana (S1) pada Desember 2015.

Triawati Prihatsari Purwanto