JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Putri Cempo Bisa Ganjal Solo Peroleh Adipura

Putri Cempo Bisa Ganjal Solo Peroleh Adipura

110
BAGIKAN
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo KEBAKARAN PUTRI CEMPO--Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (7/9/2015). Api yang mulai muncul pada Minggu (6/9) malam tersebut dipadamkan agar asapnya tidak mengganggu warga yang bermukim di sekitar tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KEBAKARAN PUTRI CEMPO–Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (7/9/2015). Api yang mulai muncul pada Minggu (6/9) malam tersebut dipadamkan agar asapnya tidak mengganggu warga yang bermukim di sekitar tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo.

SOLO-Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surakarta Widdi Srihanto mengatakan, tidak adanya kepastian pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo bisa mengganjal penilaian Adipura. Widdi menambahkan, TPA menjadi salah satu obyek penilaian tim dari pemerintah pusat.

Meski begitu, Widdi mengaku tidak terlalu terbebani dengan penghargaan Adipura, terlebih selama ini BLH sudah berupaya optimal demi meraih kembali Adipura.

“Iya (bisa mengganjal), karena sampai sekarang belum ada pengelolaan sampah di TPA,” terang Widdi.

Tetapi, Widdi juga tidak mau membebankan lambannya pengelolaan TPA hanya kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Karena, selama ini DKP juga sudah berusah menjalin kerjasama dengan investor untuk pengelolaan sampah dengan sistem insenerator. Hanya saja, belum ada satu investor pun berhasil digaet oleh DKP.

“Selama ini kan DKP juga sudah berusaha untuk menjalin kerjasama dengan investor untuk mengelola sampah dengan insenerator, tetapi belum ada hasil,” katanya.

Widdi menambahkan, pengelolaan sampah memang menjadi salah satu fokus penilaian Adipura. Maka dari itu, TPA Putri Cempo sendiri sudah sempat dikunjungi oleh tim penilai Adipura.

Selain penilaian sampah di TPA, Widdi meyakini untuk penilaian obyek lain sudah mendapatkan nilai diatas rata-rata. Mulai dari penilaian kebersihan sungai, kawasan pasar, sekolah, udara dan obyek penilaian lain. Widdi pun mengaku pasrah, jika memang nantinya Kota Solo kembali gagal merih Adipura untuk kesekian kalinya.

Yang terpenting menurut Widdi, Kota Solo sudah berupaya seoptimal mungkin agar bisa meraih yang terbaik. Widdi pun mengaku, penundaan hasil penilaian hingga Desember sudah tidak lagi bisa dimanfaatkan.

Terlebih untuk melakukan pembenahan pengelolaan di TPA”Kalau optimis kita tetap optimis, tapi kalau memang tidak berhasil mendapatkan (Adipura), kita sudah berupaya optimal,” tandas Widdi.

Ari Purnomo