JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rayakan Idul Adha, Keraton Surakarta Gelar Grebeg besar

Rayakan Idul Adha, Keraton Surakarta Gelar Grebeg besar

154
BAGIKAN
Ratusan warga berebut isi gunungan yang sudah didoakan di Masjid Agung dan dibawa kembali ke Keraton Surakarta, Kamis (24/9/2015) | Muhammad Ayudha
Ratusan warga berebut isi gunungan yang sudah didoakan di Masjid Agung dan dibawa kembali ke Keraton Surakarta, Kamis (24/9/2015) | Muhammad Ayudha

SOLO- Tak butuh waktu lama Gunungan Jaler (laki-laki) langsung ludes direbut warga yang sudah sejak pagi  datang setelah selesai dibacakan doa oleh ulama Keraton Surakarta di serambi Masjid Agung, Kamis (24/9). Sedangkan untuk gunungan estri (Perempuan) kembali ke keraton hanya sampai di depan Kori Kamandungan masyarakat langsung berebut.

Dua gunungan tersebut dikeluarkan oleh Keraton Kasunanan Surakarta dalam memperingati Grebeg Besar Idul Adha 1436 Hijriyah. Yang mana untuk gunungan jaler (laki-laki) berisi, berisi aneka sayuran maupun buah-buahan, sedangkan gunungan putri berisi renginang dan makanan ringanan.

Gunungan tersebut dikirab dari dalam Keraton menuju Masjid Agung melewati Kori Supiturang,  dikawal sekitar 120 prajurit seperti prajurit Bregada Musik, Jayengastra sampai  Bregada Nyutra (pasukan panah).

“Tadi saya dapat nasi dan bunga melati. Tapi untuk nasi langsung tak makan biar berkah, kan habis di doakan,” ujar salah satu pengunjung Wiyono (45), Kamis (24/9).

Menurutnya, sering datang dan berebut saat ada grebeg besar ini. Apa yang yang didapat dari gunungan dipercaya akan mendapat keberkahan, kesehatan maupun dimudahkan dalam segala hal. Karena kan sebelum diperebutkan dan dimakan di doakan dulu oleh para ulama keraton. “Sering datang kalau pas ada gunungan, ya ikut berebut. Banyak warga yang dapat lalu disimpan dirumah biar dapat keselamatan,” katanya.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KP Winarnokusuma menyatakan Grebeg Besar yang ditandai dengan keluarnya sepasang gunungan ini merupakan bentuk kemenangan iman. Yang mana Nabi Ibrahim diuji keimanannya oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya Nabi Ismail dan lulus.

“Ini sebagai bentuk suka cita dengan kemenangan di hari Idul Adha ini. Yang mana ini ditandai dengan keluarnya dua gunungan, ini tanda puncak peringatan besar dalam Islam dan  untuk rute lewat supit urang bukan sitinggil dan ini tidak mengurangi makna peringatan ini,” katanya.

Ada makna dalam sepasang gunungan ini, yang mana ucapan syukur terhadap Allah SWT  atas kemenangan ujian iman dan atas anugerah kepada bumi yang menghasilkan sesuatu kehidupan manusia. Ini kenapa dunungan terdapat terdapat hasil-hasil bumi, seperti kacang panjang, terong, lombok, ketimun maupun buah-buahan.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, ini kenapa setelah didoakan dibagikan dan ini juga untuk pariwisata karena prosesinya itu hanya ada di keraton saja. Ini merupakan upacara adat yang harus dilaksanakan kendati tanpa bantuan dari pemerintah, karena peninggalan leluhur,” pungkas dia.

Ari Welianto