JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rebut Kembali Sriwedari, Aksi Terbuka Digelar Jika Eksekusi Tetap Dilakukan

Rebut Kembali Sriwedari, Aksi Terbuka Digelar Jika Eksekusi Tetap Dilakukan

111
BAGIKAN
KGPH Dipokusumo, dari Keraton Surakarta saat berbicara dalam sarasehan di Sriwedari, Kamis (10/9/2015) | Ari Kristyono
KGPH Dipokusumo, dari Keraton Surakarta saat berbicara dalam sarasehan di Sriwedari, Kamis (10/9/2015) | Ari Kristyono

SOLO – Sekitar 50 warga, akademisi dan budayawan berkumpul di Sriwedari untuk menyatukan tekad menolak eksekusi pengadilan. Mereka siap menggelar aksi terbuka, jika eksekusi tetap dilakukan setelah tanggal 29 September mendatang.

“Kita akan mengirimkan petisi, dan minta dukungan dari publik sebanyak-banyaknya. Sriwedari terlalu berharga untuk dibiarkan jatuh ke tangan perorangan. Publik Solo sangat dirugikan jika kehilangan akses ke Sriwedari yang merupakan ikon jatidiri Kota Solo,” ujar Muchus, salah satu penggagas diskusi di Sriwedari, Kamis (10/9/2015).

Namun, dalam sarasehan siang tadi muncul kesepakatan, tidak akan ada aksi apa pun hingga tanggal 29 September.

“Saya minta semua pihak menahan diri. Tapi jika nanti tanggal 29 eksekusi tetap akan dilakukan, besoknya kita akan ramai-ramai tirakatan di halaman Museum,” ujar Fx Hadi Rudyatmo, mantan Walikota Solo yang saat ini tengah mencalonkan diri kembali.

Ari Kristyono