JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rekanan Kerja di SDN Kecik 3 yang Plafonnya Jebol Ternyata Milik Pimpinan...

Rekanan Kerja di SDN Kecik 3 yang Plafonnya Jebol Ternyata Milik Pimpinan Partai

146
BAGIKAN
Seorang guru SDN Plesan 01, Kecamatan Nguter menunjukkan kuda-kuda yang nyaris ambleg di ruang guru, Kamis (7/5/2015) | Foto: Joglosemar/Sofarudin
Ilustrasi| Foto: Joglosemar/Sofarudin

SRAGEN– Warga dan wali murid SDN Kecik 3, Kecamatan Tanon mengecam kinerja rekanan pelaksana proyek dana alokasi khusus (DAK) SD tersebut tahun 2012/2013 yang plafonnya jebol dan melukai 5 siswa, akhir pekan lalu. Ironisnya, rekanan yang mengerjakan proyek DAK tersebut justru diketahui merupakan rekanan milik pimpinan salah satu parpol besar di Sragen.

“Proyek itu dulu dari dana DAK sekitar Rp 100 juta sekian. Yang mengerjakan bukan sekolah atau komite, tapi langsung rekanan dari Sragen. Wong tahu-tahu dana turun terus sudah ada nama rekanan yang akan mengerjakan. CV-nya kalau nggak salah miliknya pak L yang punya partai itu,”  ujar mantan Kepala SDN Kecik 3, Sukirah yang mengampu saat SD mendapat proyek renovasi.

Warga dan komite menyesalkan buruknya pekerjaan dari rekanan karena baru dua tahun berjalan, plafon sudah runtuh. Kekesalan diungkapkan setelah mengetahui hasil pengecekan menunjukkan pengait antara plafon dan kerangka baja penopangnya terlihat asal-asalan.

Hal inilah yang memicu plafon mendadak runtuh meski secara fisik plafon masih bagus dan tidak ada kerapuhan. Dwi, warga Dukuh Karangkulon, Kecik meminta agar pihak terkait mengusut dan menindak tegas rekanan yang kinerjanya terbukti menimbulkan korban tersebut.

“Untung hanya luka ringan. Kalau sampai korbannya parah atau fatal, warga juga kan yang dirugikan,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Suwardi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dirjen terkait di Kemendiknas pusat untuk mengupayakan dana perbaikan bagi lokal SDN Kecik 3 yang runtuh. Pengajuan ke pusat dikarenakan biasanya alokasi pusat lebih tersedia dan cepat dibanding APBD-Perubahan di daerah yang masih menunggu.

“Entah nanti dari dana bencana alam atau dana perubahan, yang penting kami kemarin sudah kontak ke pusat. Mudah-mudahan dalam satu dua minggu ke depan sudah ada kepastian,” urainya.

Sementara, Kabid Dikdas Disdik, Kusmanto menyampaikan hasil pengecekan tim ke lokasi Sabtu (19/9), kerusakan masuk kategori sedang. Karena ada rentetan tiga lokal yang kondisinya hampir sama rusaknya, proposal pengajuan bantuannya juga akan dibuat tiga lokal sekaligus dengan dana sekitar Rp 100 juta.

“Untuk kegiatan belajar mengajar kami sarankan tetap berjalan. Karena hanya plafonnya yang rusak, semenara plafonnya dibersihkan semua agar ruangan bisa dipakai lagi sambil menunggu perbaikan,” jelasnya.

Wardoyo