JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rencana Pembangunan 20 Embung di Boyolali Terancam Batal

Rencana Pembangunan 20 Embung di Boyolali Terancam Batal

311
BAGIKAN
Joglosemar|Ario Bhawono EMBUNG DIFUNGSIKAN-Setelah mangkrak beberapa tahun karena rusak dan bocor, Embung Musuk saat ini mulai dapat difungsikan PDAM Boyolali, Jumat (25/1).
Joglosemar|Ario Bhawono
EMBUNG DIFUNGSIKAN-Setelah mangkrak beberapa tahun karena rusak dan bocor, Embung Musuk saat ini mulai dapat difungsikan PDAM Boyolali, Jumat (25/1).

BOYOLALI- Rencana pembangunan 20 embung dengan alokasi dana yang diajukan ke Pemprov Jateng tahun ini tersendat karena terkendala lahan pengganti. Pasalnya, status tanah yang dibangun embung tersebut nantinya akan menjadi milik Pemprov Jateng.

Diakui Yovi Hardianto, Kasi Pembangunan Sarpras dan SUmber Daya Alam (SDA) DPU ESDM Boyolali, tahun ini pihaknya sudah mengajukan anggaran ke PSDA Jateng untuk pembangunan 20 embung yang diperkirakan menelan anggaran Rp40 miliar.

Hanya saja dari informasi terakhir rencana tersebut terkendala aturan. Hal ini mengingat belum adanya kejelasan terkait lahan pengganti yang digunakan untuk membangun embung tersebut. Sesuai dengan rencana, embung-embung itu nantinya akan dibangun di lahan milik desa.

Namun sesuai dengan ketentuan, pembangunan embung dengan menggunakan dana Pemprov tersebut menjadikan lahan embung nantinya menjadi milik Pemprov Jateng. Padahal lahan yang digunakan merupakan lahan desa, sehingga sesuai dengan ketentuan yakni Permendagri 4/2007 tentang pedoman pengelolaan kekayaan desa, harus ada tukar guling atas lahan yang digunakan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada kejelasan terkait lahan yang digunakan, karena nanti asetnya masuk ke provinsi maka harus ada penggantian lahan milik desa tersebut,” jelas Yovi, Senin (28/9/2015).

Terkait persoalan ini, pihaknya segera melakukan konsultasi dengan Bagian Hukum Setda Boyolali. Konsultasi ini dilakukan agar pembangunan embung tersebut tidak sampai menabrak aturan yang berlaku.

Terpisah, tahun ini Pemkab Boyolali tengah membangun dua embung dengan menggunakan dana APBD 2015. Dua embung yang dibangun yakni di Desa Lampar Kecamatan Musuk dan Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo.

“Dua embung tersebut dibangun masing-masing dengan anggaran sekitar Rp 600 juta,” terang dia.

Saat ini kedua embung tersebut tengah dalam proses pengerjaan dan diharapkan dapat segera rampung. Sedangkan tahun sebelumnya, yakni tahun 2013 Pemkab Boyolali membangun satu embung di Desa Dragan dan tahun 2014 di Desa Jemowo, keduanya termasuk wilayah Kecamatan Musuk.

Yovi membenarkan, cukup banyak desa yang mengajukan bantuan pembuatan embung. Sedikitnya ada 30 desa yang sudah mengajukan pembangunan embung. Mayoritas desa yang mengajukan yakni berasal dari wilayah Musuk dan Wonosegoro. Kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah yang paling terdampak bencana kekeringan saat musim kemarau.

Terkait ini, diharapkan rencana pembangunan 20 embung dengan anggaran dari Pemprov Jateng dapat terealisasi. Tentunya, kendala aturan yang ada saat ini dapat dicarikan solusi sehingga pembangunan embung untuk antisipasi bencana kekeringan bisa diwujudkan.

Ario Bhawono