JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rofiq dan Joko Galih Akhirnya Mendekam di Penjara Sragen

Rofiq dan Joko Galih Akhirnya Mendekam di Penjara Sragen

218
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Dua terpidana kasus terorisme, Abdul Rofiq (44) alias Rofiq alias Agung dan Joko Purwanto alias Joko alias Galih Setiawan (38), dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen, Selasa (15/9/2015) pagi. Kedua napi yang ditangkap tim Densus 88 dalam kasus perakitan bom di Klaten tersebut, merupakan napi kiriman dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dipindahkan ke LP Sragen.

Kedua narapidana tersebut tiba di LP Sragen sekitar pukul 09.30 WIB dengan pengawalan ketat aparat bersenjata lengkap. Setiba di LP, mereka langsung dicek kesehatan kemudian ditempatkan di sel khusus untuk menjalani masa orientasi awal. Keduanya sebelumnya mendekam di Rutan Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Abdul Rofiq, merupakan napi kasus terorisme asal Klaten yang ditangkap bersama satu tersangka terorisme lainnya di pertigaan jalan Dukuh Kadipiro, Pedan, Klaten 15 Mei 2014 pukul 05.30 WIB. Sedangkan Joko Purwanto alias Joko alias Galih setiawan ditangkap 14 Mei pukul 19.30 WIB di warung makan kaki kambing di Dukuh Bareng, Klaten Utara, Klaten.

Kalapas Sragen, Azwar melalui Kasie Registrasi dan Binadik, Ratna Dwi Lestari mengungkapkan kedua napi terorisme itu pernah digerebek karena bengkelnya kedapatan menyimpan bahan-bahan peledak, detonator, bom dan senjata api rakitan. Menurutnya, pemindahan mereka ke LP Sragen dimungkinkan akibat faktor overload di rutan yang sebelumnya menampungnya.

“Kelihatannya nggak hanya dua napi tersebut yang dipindahkan. Tapi ada beberapa lainnya yang disebar ke beberapa LP di wilayah Jateng. Mungkin karena kelebihan kapasitas,” ujarnya kemarin.

Sementara, Kasie Pembinaan LP Kelas II A Sragen, Tutut Jemi Setiawan menyampaikan meski keduanya merupakan napi yang terlibat kejahatan ekstra, pihak LP tidak akan memberikan perlakuan yang berbeda. Hanya saja, karena baru tiba, kemarin keduanya untuk sementara ditempatkan di sel khusus, terpisah dari blok napi lainnya.

“Kita tempatkan di kamar tersendiri tapi di blok F. Karena untuk napi baru memang harus menjalani masa orientasi awal terlebih dahulu,” jelasnya.

Terkait pengamanan terhadap keduanya, Jemi menyampaikan untuk sementara memang akan diberikan pengawasan ekstra. Termasuk kedatangan mereka juga sempat dikawal dari aparat bersenjata. Akan tetapi, pengamanan itu hanya untuk sementara dan setelah melalui masa oriantasi awal, nantinya pengawasan tetap biasa seperti napi-napi lainnya.

Wardoyo