JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rumah Disatroni Pencuri, Polisi Sragen Kehilangan Harta Senilai Rp385 Juta

Rumah Disatroni Pencuri, Polisi Sragen Kehilangan Harta Senilai Rp385 Juta

178
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Aksi pencurian dengan sasaran kendaraan roda empat di wilayah Sragen semakin menjadi-jadi. Setelah tiga kali beruntun menyasar mobil pikap, dinihari kemarin komplotan pencuri kembali beraksi mengobok-obok rumah milik seorang anggota Polres Sragen, Kurniawan (31) warga Dukuh Kembangan RT 40, Desa Sidodadi, Masaran.

Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu, berhasil menggondol sebuah mobil mewah jenis Toyota Fortuner AD 7460 SF yang diparkir di garasi rumah korban. Tidak hanya itu, pelaku lainnya juga menggasak burung kacer di pekarangan rumah korban dengan kerugian total mencapai Rp 385 juta.

Pelaku diduga beraksi dinihari ketika semua penghuni rumah dalam kondisi tidur. Aksi pencurian baru diketahui pertama kali sekitar pukul 06.30 WIB ketika korban hendak mengantar anaknya ke sekolah. Saat membuka garasi, ia kaget mendapati mobil Fortunernya sudah raib dari lokasi.

Ketika dicek ke luar rumah, mobil mewah berwarna hitam itu juga tidak ada. Mendapati hal itu, ia langsung mengecek kondisi di rumah dan ternyata menemukan jendela depan sudah rusak bekas dicongkel. Diduga kuat, pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela depan ini kemudian setelah masuk langsung menuju garasi dan mengambil mobil tersebut.

“Dari hasil olah TKP, pelaku sempat mengambil dua buah kunci mobil yang ada di garasi. Tapi yang diambil cuma mobil yang berada di teras yaitu Toyota Fortuner,” ujar Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas AKP SAptiwi kemarin.

Dari hasil olah TKP juga terungkap, pelaku lainnya diduga berbagi tugas dengan mengambil burung jenis kacer yang berada di pekarangan samping sebelah timur. Kandang burung tersebut kemudian ditinggal di belakang rumah korban dan ditemukan sudah kosong.

Menurutnya, sesaat setelah mendapat laporan, tim memang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penggalian keterangan dan olah TKP. Saat ini tim masih mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan melacak keberadaannya.

“Kerugian dilaporkan mencapai Rp 385 juta,” tandasnya.

Wardoyo

BAGIKAN