JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rupiah Melemah dan Turunnya Harga Minyak Dunia Membuat Pertamina Rugi Rp12 Triliun

Rupiah Melemah dan Turunnya Harga Minyak Dunia Membuat Pertamina Rugi Rp12 Triliun

70
BAGIKAN
Ilustrasi: commodityonline.com
Ilustrasi: commodityonline.com

JOGJA– Harga minyak dunia menunjukkan tren menurun belakangan ini. Hal tersebut membuat Pertamina merugi karena margin kian menipis.

Selain itu, belum ada rencana menaikkan harga jual bahan bakar minyak dalam waktu dekat.

General Manager Marketing Operation Regional IV PT Pertamina, Kusnendar mengatakan, tak mudah bagi Pertamina untuk begitu saja mengubah harga.

Ada asumsi, statistik hingga cost yang perlu dipertimbangkan. Dengan harga minyak dunia yang terus menurun serta nilai tukar Dolar yang terus menguat terhadap Rupiah, Pertamina banyak menanggung kerugian.

“Kondisi itu sangat memengaruhi Pertamina. Pada Januari, setelah Premium tidak lagi mendapat subsidi pemerintah, Pertamina masih bisa mendapat margin. Tapi bulan berikutnya harus menanggung kerugian karena harga yang terlalu rendah seiring kenaikan Dolar,” kata Kusnendar.

Sepanjang Januari-Juli 2015, seperti dikutip dari kompas.com, diketahui bahwa Badan Usaha Milik Negara bidang energi itu mengalami kerugian sekitar Rp 12 triliun dari penyaluran premium dan solar.

Kerugian yang diderita Pertamina, menurut Kusnendar, membuat kondisi perusahaan terbilang rentan.

Apalagi, stok BBM Pertamina kebanyakan masih di atas kapal. Butuh banyak biaya lagi sebelum stok tersebut didaratkan ke pelabuhan lalu tersalurkan ke depo dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Kita belum memiliki cadangan BBM nasional. Yang ada hanya stok BUMN,” kata dia.

Tribunjogja