JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rupiah Melemah, Penjualan Mobil Mewah Merosot

Rupiah Melemah, Penjualan Mobil Mewah Merosot

114
BAGIKAN
Sejumlah pengunjung melakukan test drive mobil sport Lamborghini Gallardo pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (30/8/2015). Para exhibitor mengadakan test drive mobil sport maupun mobil SUV untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para peminat mobil. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Sejumlah pengunjung melakukan test drive mobil sport Lamborghini Gallardo pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (30/8/2015). Para exhibitor mengadakan test drive mobil sport maupun mobil SUV untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para peminat mobil. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

JAKARTA – Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat seluruh sektor industri termasuk otomotif mengalami penurunan.

Produsen otomotif yang paling besar terkena dampaknya adalah merek-merek Eropa, karena mobilnya masih sebagian besar diimpor utuh (Completely Build-Up/CBU) dari negara asalnya.

Seperti yang dialami oleh Lamborghini Indonesia. Semenjak dollar AS menguat terhadap rupiah dan kebijakan mengenai Bea Masuk (impor duty) ikut naik, penjualan supercar asal Italia di pasar otomotif nasional langsung menurun drastis. Tapi, CEO Lamborghini Indonesia, Jhonson Yaptonaga enggan membeberkan angka pastinya.

“Dollar menjadi Rp 14.000, otomatis penjualan menurun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu turunnya lebih,” kata Jhonson menjawab pertanyaan KompasOtomotif di sela-sela acara Lamborghini Blancpain Super Trofeo yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2015).

Selain dollar AS, penjualan Lamborghini di Indonesia menurun, lanjut Jhonson dikarenakan kondisi ekonomi yang sedang krisis dan menjadikan penurunan daya beli masyarakat terhadap seluruh sektor industri, termasuk otomotif.

“Tapi kita coba bertahan dengan segala cara dan optimis kedepannya ekonomi dan pasar akan kembali membaik sehingga terjadi peningkatan daya beli masyarakat,” katanya lagi.

Tribunnews | Aditya Maulana