Rupiah Tembus Rp 14.398 per Dolar Amerika

Rupiah Tembus Rp 14.398 per Dolar Amerika

37
ilustrasi | antaranews.com
ilustrasi | antaranews.com

JAKARTA– Dolar Amerika Serikat kembali menguat terhadap rupiah, Selasa petang. Kurs ditutup dengan nilai Rp14.398/dolar Amerika Serikat dari semula Rp14.333/dolar Amerika Serikat.

Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, di Jakarta, Selasa, mengatakan, meski data neraca perdagangan Indonesia mencatatkan hasil surplus pada Agustus.

Namun belum mampu mengangkat nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS, hal itu karena pelaku pasar uang sedang fokus menanti kebijakan the Fed mengenai rencananya untuk kenaikan suku bunganya (Fed fund rate).

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2015 surplus sebesar 433,8 juta dolar AS, yang dipicu surplus sektor nonmigas sebesar 1,01 miliar dolar AS meskipun sektor migas mengalami defisit 580 juta dolar Amerika Serikat.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

“Pelaku pasar menanggapi netral hasil kinerja neraca perdagangan Indonesia. Diharapkan the Fed segera memutuskan rencananya untuk menaikan suku bunga,” ujar Nova.

Menurut dia, jika The Fed menaikan suku bunganya maka potensi rupiah melemah lebih dalam cukup terbuka hingga menyentuh level Rp15.000 per dolar AS, namun koreksi itu hanya bersifat sementara karena pelaku pasar akan kembali mencermati fundamental ekonomi domestik.

“Fundamental ekonomi Indonesia masih prospektif untuk mencatatkan pertumbuhan menyusul percepatan anggaran belanja modal pemerintah untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.

Baca Juga :  Reaksi DPRD Sragen Mendengar Banyak Ibu Melahirkan di Jalan Gilirejo Baru

Di sisi lain, lanjut dia, Bank Indonesia juga sudah menyiapkan kebijakannya salah satunya melalui pengendalian volatilitas nilai tukar rupiah dan memelihara kepercayaan pasar terhadap pasar surat berharga negara (SBN) melalui pembelian di pasar sekunder.

Selain itu, lanjut dia, BI juga mengambil kebijakan mengubah mekanisme lelang sertifikat deposito Bank Indonesia (SDBI) dari variable rate tender menjadi fixed rate tender dan menyesuaikan pricing SDBI serta menerbitkan SDBI tenor enam bulan.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia, Selasa (15/9/2015), mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp14.371 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.322 per dolar Amerika Serikat.

Antara | Zubi Mahrofi
BAGIKAN