Rute Kirab Grebeg Besar Lewat Supit Urang, Gusti Puger: Kita Toleransi dengan...

Rute Kirab Grebeg Besar Lewat Supit Urang, Gusti Puger: Kita Toleransi dengan Pedagang Pasar Darurat

101
Keraton Surakarta | Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Keraton Surakarta | Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

SOLO– Rute kirab sepanjang gunungan Grebeg Besar Idul Adha, Kamis (24/9) nanti akan mengambil jalan Supit Urang ke Masjid Agung Surakarta bukan lewat Sitihinggil. Kondisi itu tidak dipermasalahkan dan tidak mengurangi kesakralan keberadaan upacara adat tersebut karena tetap dalam satu kawasan keraton.

“Untuk rute itu dari keraton nanti sebelum masuk Sitihinggil belok kiri lewat Jalan Supit Urang dan langsung ke Masjid Agung Surakarta. Biasanya itu memang lewat Sitinggil lalu ke masuk Pagelaran, Alun-alun utara langsung Masjid Agung,” terang Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Winarnokusuma, Selasa (22/9).

Baca Juga :  Ini Cara Warga Karangasem Solo Meriahkan HUT ke-72 RI

Menurutnya, memang ada berbeda sedikit untuk rute kirab nanti tapi juga melihat situasi apakah bisa dilewatkan ke Sitihinggil atau tidak. Karena di Pagelaran dan Alun-alun utara tengah dipakai untuk berjualan bagi pedagang Pasar Klewer yang terkena musibah kebakaran. Sebenarnya sudah ada perjanjian dengan pedagang jika ada acara adat siap dilewatkan, apalagi jalurnya tetap ada dan tidak dipenuhi pedagang.

“Memang ada perbedaan rute tapi ini bisa melihat kondisi. Itu tidak masalah sepanjang ini tidak lepas dari kawasan keraton, sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan pedagang tidak masalah jika buat lewat saat ada upacara adat,” katanya.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

Pelaksanaan kirab grebeg besar ini tetap berjalan kendati harus lewat Supit Urang.

“Grebeg akan mulai dijalankan setelah pelaksanaan Salat Idul Adha, yang mana gunungan tersebut akan diangkut puluhan abdi abdem,” sambungnya.

Sementara itu Plt Raja Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger menyatakan pihaknya untuk sementara waktu mentoleransi rute baru tersebut, mengingat kondisi darurat pedagang pasar Klewer. Namun jika kondisi sudah normal, maka rute akan dikembalikan seperti semula.

“Kita toleransi dengan musibah yang terjadi, dan pasar darurat yang ada di Alun-Alun Utara dan Pagelaran, tapi ini sifatnya sementara,” tegasnya.

Ari Welianto

BAGIKAN