JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Salah Olah, Bayam Bisa Beracun

Salah Olah, Bayam Bisa Beracun

125
BAGIKAN
Salad bayam | Ilustrasi
Salad bayam | Ilustrasi

MEMASAK bayam dengan cara yang salah tidak hanya menghilangkan kandungan gizi dan vitamin, tapi justru menimbulkan racun.

“Memasak sayur bayam tidak boleh dipanaskan ulang. Bayam mengandung zat besi yang disebut ferro (Fe2+). Saat dipanaskan, ferro mengalami oksidasi dan mengikat oksigen dan akan berubah menjadi ferri (Fe3+). Ferri inilah yang beracun bagi tubuh kita,” tegas Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aisyiyah Surakarta, Annisa Andriyani,SSiT, MPH.

Hasil olahan bayam juga dianjurkan untuk segera disantap. Ini disebabkan bayam mengandung senyawa Nitrat (NO3). Jika terkena paparan udara, maka akan berubah menjadi nitrit (NO2) yaitu senyawa yang tidak berwarna , tidak berbau tapi beracun.

Oleh karena itu, olahan bayam disarankan untuk dikonsumsi kurang dari lima jam pasca memasak. “Jika melebihi waku lima jam, sayur bayam tidak disarankan untuk dikonsumsi karena bisa beracun,” tegasnya.

Kondisi sayur bayam yang belum diolah juga menjadi penentunya. Jika berbelanja, belilah bayam yang kondisinya masih segar. Bayam yang segar mengandung nitrit dalam bayam lima miligram/ kilogram. Apabila bayam disimpan selama dua minggu dalam pendingin, imbu dia, kadar nitrit meningkat 300 miligram/ kilogram.

Sehingga, bisa diasumsikan dalam sehari nitrit dalam bayam mentah akan bertambah tujuh persen. Semakin lama bayam mentah disimpan dalam pendingin maka kandungan racun semakin meningkat.

“Oleh karena itu, minimalisirkan penyimpanan bayam. Ketika membeli bayam segar, disarankan untuk langsung diolah,” tegasnya.

Murniati