Sambi Boyolali Panen 288 Ton Kedelai

Sambi Boyolali Panen 288 Ton Kedelai

145
Dandim dan Kepala Dispertanbunhut Boyolali tengah melakukan panen raya kedelai di Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, Rabu (16/9). Foto: Ario Bhawono
Dandim dan Kepala Dispertanbunhut Boyolali tengah melakukan panen raya kedelai di Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, Rabu (16/9). Foto: Ario Bhawono

BOYOLALI– Panen raya kedelai musim kemarau tahun ini, Kecamatan Sambi berhasil memproduksi lebih dari 288 ton untuk luasan tanam 535 hektar. Tahun ini meski terkendala minimnya pengairan, namun panen kedelai cukup bagus mengingat serangan hama terhitung sedikit.

Luasan tanam 535 hektar di wilayah Kecamatan Sambi tersebar di sejumlah desa, di antaranya Tempursari, Senting, Demangan, Kepoh, Jagoan, Sambi, Jatisari, Glintang, Tawengan, Ngaglik, Trosobo, dan Cermo. Namun luasan paling banyak terdapat di wilayah Desa Tempursari yang mencapai 120 hektar.

Panen raya kedelai dipusatkan di areal persawahan Desa Tawengan, Rabu (16/9/2015). Hadir dalam kegiatan panen raya tersebut di antaranya Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi dan Dandim Letkol Kav Topri Daeng Balaw, serta jajaran Muspika setempat dan kelompok tani.

Menurut Kasubag UPT Pertanian Kecamatan Sambi, Marsini, panen kali ini terhitung cukup bagus. Setelah dihitung sesuai hasil ubinan, rata-rata hasil panen kedelai mencapai 2,4 ton/hektar. Hasil panen ini menurut dia cukup bagus, mengingat sejumlah wilayah luasan tanam mengalami kekurangan air.

“Di Sambi luasan tanam 535 hektar, rata-rata hasil panennya 2,4 ton/hektar terhitung lumayan bagus,” ungkap dia.

Hasil panen tersebut terbilang bagus, mengingat kategori hasil panen jelek yakni di bawah 1 ton/hektar, kemudian hasil panen sangat bagus yakni di atas 3 ton/hektar. Menurut Marsini, jika musim tanam kali ini cukup air, hasil panen dipastikan akan jauh lebih tinggi.

Sementara itu tanam kedelai kali ini menurut Marsini, para petani mendapatkan bantuan benih, pupuk, serta obat-obatan melalui program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP – PTT) pemerintah.

Lebih lanjut menurut Marsini, wilayah Sambi termasuk cukup bagus untuk pengembangan kedelai. Selain tingkat pertumbuhan bagus, serangan hama relatif tidak banyak. Di Sambi, para petani juga cenderung memilih tanaman kedelai dibandingkan jenis tanaman palawija lainnya. Apalagi penanaman kedelai juga lebih mudah perawatannya. Petani cukup menanam dan mengairi dua kali hingga masa panen, yakni saat penanaman dan saat tanaman kedelai memasuki fase perbungaan.

Lagiyo (50), petani warga Tempursari membenarkan panen kedelai musim ini cukup bagus. Sedangkan untuk harga kedelai dari petani saat ini sekitar Rp 50 ribu/bojok, atau rata-rata Rp 7.500-8.000/kg. Menurut Lagiyo, harga kedelai masih dimungkinkan akan lebih tinggi lagi.

“Tahun ini bagus, hamanya sedikit jadinya panen cukup menthes,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Dandim menegaskan, jajarannya ikut membantu mendorong peningkatan produksi pertanian daerah. Langkah ini sebagai bentuk dukungan dalam rangka menyukseskan swasembada pangan nasional.

“Kami berupaya terus mendorong, menggugah dan membantu petani untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada di setiap wilayah,” imbuh Dandim.

Ario Bhawono

BAGIKAN