JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Satpol PP Sukoharjo Sita 190 Bungkus Rokok Ilegal

Satpol PP Sukoharjo Sita 190 Bungkus Rokok Ilegal

100
BAGIKAN
KEDALUARSA DAN TANPA CUKAI- Petugas sedang menunjukkan rokok yang kedaluwarsa dan tidak dilengkapi pita cukai di kantor Satpol PP Sukoharjo, Rabu (22/5). Joglosemar | Murniati
Ilustrasi.
Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO – Satpol PP Sukoharjo menggeledah 34 toko dan warung yang dicurigai menjual rokok bodong di wilayah kecamatan Grogol dan Baki, Rabu (30/9/2015). Operasi gabungan yang melibatkan Kodim, Polres, dan SKPD terkait lainya itu berhasil mengamankan 190 bungkus rokok illegal berbagai merk.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Sutarmo mengatakan, sudah sering melakukan razia rokok bodong diseluruh wilayah Kota Makmur. Sejauh ini, pihaknya telah berhasil mengamankan ribuan bungkus rokok illegal. Untuk menarik pelanggan, produsen mendesain bungkus rokok ilegal itu menyerupai bungkus rokok-rokok terkenal.

“Mereknya macam-macam. Seperti rokok merk CC Mild, Elang, Boss dan lainnya. Rokok-rokok ini tidak dilekati cukai atau cukai palsu,” katanya.

Mengenai persoalan masih banyaknya rokok ilegal yang beredar, Sutarmo mengakui sulit ditindaklanjuti. Mengingat, produsen rokok-rokok bodong ini berada di luar wilayah Sukoharjo. Karena itu, untuk mengurangi peredaran roko tanpa cukai itu, pihaknya akan terus menggalakkan razia serupa.

Pihaknya berharap, dengan adanya razia-razia seperti ini, para pemilik toko dan warung di wilayah Sukoharjo menyadari larangan menjual rokok bodong. Dengan demikian, mereka dapat membantu pemberantasan rokok bodong dengan mempersempit ruang peredarannya. Terlebih sesuai undang-undang, pengedar dapat diancam dengan hukuman pidana penjara delapan tahun.

“Sebenarnya, sesuai dengan UU 39/2007 tentang Cukai, para penjual ini dapat dikenai sangsi pidana selama satu sampai delapan tahun,” katanya.

Sofarudin