JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Satpol PP Tutup Paksa Lima Usaha Penggilingan Batu Ilegal di Sragen

Satpol PP Tutup Paksa Lima Usaha Penggilingan Batu Ilegal di Sragen

181
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Tim Satpol PP Kabupaten Sragen menutup paksa lima lokasi usaha penggilingan batu di wilayah Dukuh Sunggingan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Rabu (9/9/2015). Penutupan terpaksa dilakukan karena kelima usaha milik warga setempat itu diketahui tidak mengantongi izin operasi dan dikomplain warga.

Kelima usaha yang ditutup tersebut semuanya berlokasi di Dukuh Sunggingan RT 11, Desa Jambeyan dan di tepi jalan raya Jambeyan-Sukorejo. Usaha yang ditutup itu masing-masing milik Yakub Nuryanto (33) warga Dukuh Sunggingan RT 11, Suranto (41), Sugeng Supriyanto (28), Purwanto (40), Sukamto (40). Penutupan dilakukan oleh tim yang dipimpin Kasie Penegak Perda Satpol PP, Indon Baroto.

Penertiban dan penutupan berlangsung relatif kondusif tanpa perlawanan. Sebelum dilakukan penutupan, terlebih dahulu tim melakukan sosialisasi dan mediasi dengan warga serta pihak pengelola yang difasilitasi Pemdes setempat. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim kemudian bergerak ke lokasi usaha dan setiba di lokasi mayoritas usaha sudah langsung tutup.

“Dasar kami adalah adanya surat laporan dari salah satu warga yang menyatakan izin belum ada. Setelah kami cek ke lokasi dan pengelola, memang belum ada izin selembar kertas pun. Sehingga karena melanggar aturan, akhirnya langsung kami tutup,” papar Indon, kepada Joglosemar.

Ia menjelaskan penutupan juga menindaklanjuti pernyataan dari Bidang ESDM DPU Sragen bahwa semua bentuk usaha penambangan dan galian yang tidak berizin, bisa dijerat dengan tindak pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun denda Rp 10 miliar.

Selain itu, kelima pengelola kemarin juga membuat surat pernyataan bermaterai yang intinya sanggup menghentikan segala usaha pecah batu sebelum perizinan terbit.

Kepala Satpol PP Sragen, Dwi Sigit Kartanto menegaskan untuk sementara penertiban memang baru dilakukan terhadap lima usaha pecah batu di Jambeyan tersebut. Selain ada komplain warga, penertiban juga berpedoman dari surat pernyataan yang pernah dibuat kelima pengusaha di hadapan warga dan Pemdes, bahwa mereka sanggup menghentikan operasional maksimal tanggal 20 Agustus 2015 lalu.

Karena hingga tanggal itu bahkan sampai kemarin tetap beroperasi, maka Satpol PP akhirnya terpaksa menindak dengan melakukan penutupan. Hasil penutupan kemarin juga akan dilaporkan ke Balai ESDM Propinsi Jateng wilayah Surakarta selaku yang berwenang mengeluarkan perizinan.

Wardoyo

BAGIKAN