JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sebelum Musim Hujan, Pembangunan Rumah Korban Longsor Jenawi Diharap Selesai

Sebelum Musim Hujan, Pembangunan Rumah Korban Longsor Jenawi Diharap Selesai

81
BAGIKAN
BERSIHKAN PUING—Tim gabungan dari BPBD Karanganyar dan TNI dengan dibantu warga membersihkan puing-puing rumah warga di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi yang diterjang longsor, Jumat (15/2).
BERSIHKAN PUING—Tim gabungan dari BPBD Karanganyar dan TNI dengan dibantu warga membersihkan puing-puing rumah warga di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi yang diterjang longsor, Jumat (15/2).

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menarget, pembangunan terhadap 65 rumah warga warga yang terdampak bencana alam tahap II, yang ada di sejumlah wilayah di Jenawi, Kerjo, Matesih, dan Colomadu, selesai sebelum musim penghujan.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Nugroho, saat ditemui sejumlah wartawan Rabu (2/9/2015) mengungkapkan, bahwa 65 rumah warga yang terdampak bencana Banjir dan Longsor, secepatnya harus dibangun sebelum musim penghujan.

“Karena kalau dibangun di musim hujan pengerjaannya bakal molor dan tidak sesuai dengan waktu yang diharapkan,” kata Nugroho.

Ditanya terkait dengan bantuan dana pendampingan untuk relokasi tersebut, Nugroho mengaku bahwa dana dari pemerintah kabupaten, sebesar 10 juta perumah, diharapkan bakal cair pada pekan ini.

Dan selanjutnya menyusul dengan pengajuan ke pemerintah provinisi, dan pemerintah pusat untuk mencairkan dana pendamping bagi korban bencana longsor dan banjir.

“SK dari bupati kemarin sudah turun, dan saat ini kita sudah melakukan proses pencairan ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Darah (DPPKAD). Jika nanti sudah cari semua, maka akan kami cairkan melalui rekening,” terangnya.

Dengan adanya hal tersebut, Pemkab menetapkan masa transisi tahap III sejak 9 Agustus 2015-9 Oktober 2015. Penetapan masa transisi, dijelaskan Nugroho, sebagai salah satu syarat pencairan dana. Namun, hal itu juga berarti penyerapan dana pendamping dan pembangunan rumah harus selesai sebelum 9 Oktober 2015.

“Selama masa itu, kami juga mengakses untuk proses pencairan yang dari Provinsi yang dianggarkan dari Bantuan Gubernur Relokasi siap pakai, dan untuk dari pusat nanti langsung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” imbuhnya.

Untuk menyiasati molornya bantuan, agar warga dapat segera membangun rumah, yakni pihaknya meminta warga untuk mencicil pembangunan menggali untuk pondasi, mencicil material, dan lain-lain. Masa pembangunan 30 hari setelah warga mencairkan dana. Sebelumnya, Pemkab sudah merelokasi 96 rumah warga terdampak bencana di Tawangmangu, Jenawi, dan Kerjo.

Rudi Hartono