Sejumlah Desa di Boyolali Belum Dapat Bantuan Air Bersih

Sejumlah Desa di Boyolali Belum Dapat Bantuan Air Bersih

66
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

BOYOLALI – Bencana kekeringan di Boyolali semakin meluas dan hingga kini sejumlah desa yang kekeringan belum memperoleh bantuan air bersih.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali saat ini tercatat sebanyak 45 desa di enam kecamatan yang masuk peta bencana kekeringan, yakni di Kecamatan Musuk 13 desa, Wonosegoro 13 desa, Kemusu lima desa, Andong enam desa.

Namun kenyataannya, jumlah desa yang membutuhkan bantuan air bersih jauh lebih banyak dari desa-desa yang semula masuk dalam peta kerawanan, di antaranya di wilayah Kecamatan Cepogo, Kemusu, dan Boyolali Kota.

Baca Juga :  27 Persen Mahasiswa Baru UGM dari Keluarga Kurang Mampu

Sejauh ini puluhan desa yang dilanda kekeringan belum mendapat bantuan air bersih yakni desa-desa yang berada di sebagian Musuk, sebagian Wonosegoro, Andong, dan desa-desa di Karanggede.

Droping air yang dikoordinir BPBD Boyolali hingga 12 September kemarin, baru menyalurkan 336 tangki air untuk 42 desa, yang sebagian di antaranya belum masuk peta kerawanan.

“Bantuan diprioritaskan di daerah yang paling rawan dahulu,” ungkap Nur Khamdani, Kepala BPBD Boyolali, Rabu (16/9/2015).

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Ditambahkan Purwanto, Kabid Kedaruratan BPBD Boyolali, tahun ini pihaknya mendapatkan dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp217 juta untuk penanganan bencana kekeringan.

Dana tersebut digunakan untuk perpipaan, penampungan air bersih, droping air, serta pembentukan posko kekeringan, baik posko induk serta enam posko di wilayah yang masuk peta kerawanan bencana.

“Untuk droping air senilai Rp 41 juta, digunakan untuk cadangan jika dana dari APBD kurang,” terang dia.

Ario Bhawono

BAGIKAN