JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sempat Krisis, Stok Darah PMI Boyolali Kembali Normal

Sempat Krisis, Stok Darah PMI Boyolali Kembali Normal

99
Ilustrasi | Abdullah Azzam
Ilustrasi | Abdullah Azzam

BOYOLALI – Sempat mengalami krisis hingga bulan kemarin, stok darah di PMI Cabang Boyolali saat ini kembali aman. Krisis stok darah sempat terjadi karena tingginya permintaan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan darah di PMI.

Wahyu Budi Setiawan, staf bagian pencari pelestari donor darah sukarela (P2D2S) PMI Cabang Boyolali membenarkan, krisis stok darah sempat terjadi hingga Agustus kemarin. Saat itu pihaknya bahkan harus memanfaatkan kerjasama dengan PMI cabang lain. Meski demikian, tetap saja sejumlah permintaan masyarakat yang membutuhkan darah terpaksa tidak terpenuhi.
“Tetapi saat ini stok darah sudah kembali normal dan cukup untuk memenuhi kebutuhan transfusi darah,” ungkap dia, Jumat (18/9/2015).
Hari Jumat ini stok darah di PMI Boyolali mencapai 369 kantong darah yang terdiri dari golongan A sebanyak 102 kantong, golongan B dan O masing-masing 129 kantong, serta golongan AB sembilan kantong.
Dijelaskan Wahyu, rata-rata permintaan darah dari pasien yang harus transfusi darah di Boyolali mencapai 1.000 kantong setiap bulannya. Sehingga rata-rata kebutuhan  darah setiap harinya mencapai 30-35 orang. Dengan stok yang ada saat ini, menurut Wahyu sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.
Sementara untuk menjaga stok darah tetap aman dan cukup untuk kebutuhan masyarakat, Wahyu mengatakan pihaknya terus menggalakan kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk menyumbangkan darahnya.
Salah satunya yakni donor darah massal dengan bekerjasama instansi atau kelompok masyarakat. Saat ini menurut Wahyu, kerjasama yang sudah terjalin yakni antara AURI dengan PMI Boyolali setiap tiga bulan sekali.
Selain itu pihaknya juga terus mencari pendonor-pendonor baru atau kumpulan masyarakat yang belum melaksanakan donor darah secara rutin.
“Kami juga meningkatkan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk melangsungkan kegiatan donor darah secara rutin tiga bulan sekali,” imbuh dia.
Kesadaran menjadi pendonor sukarelawan menurut Wahyu lebih ke sisi kemanusiaan. Sehingga pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya donor darah, mengingat satu tetes darah yang didonorkan sangat berguna bagi nyawa orang lain yang membutuhkan.
Ario Bhawono
BAGIKAN