JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Senin, Pemkot Solo Target Jalur Lambat Depan RSUD Dr Moewardi Bebas PKL

Senin, Pemkot Solo Target Jalur Lambat Depan RSUD Dr Moewardi Bebas PKL

94
BAGIKAN
Ilustrasi Pedagang Kaki Lima |dok.Joglosemar
Ilustrasi Pedagang Kaki Lima |dok.Joglosemar

SOLO – Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo meminta pedagang kaki lima (PKL) di depan RSUD Dr Moewardi untuk pindah. DPP memberikan batas waktu hingga Senin (21/9/2015).

Kasi Pembinaan dan Penataan PKL DPP Didik Anggono kepada Joglosemar, menerangkan, sesuai peraturan yang ada kawasan tersebut memang harus steril dari aktivitas jual beli.

Lebih dari itu, jalur lambat depan RSUD Dr Moewardi juga sebagai sirkulasi kendaraan. Sehingga, jika ada PKL dan parkir kendaraan jelas akan berdampak pada kelancaran lalu lintas yang ada.

Selanjutnya, DPP bersama instansi terkait seperti Satpol PP, Linmas, Kepolisian, Dishubkominfo akan menggelar penertiban. Penertiban ini tidak hanya menyasar para PKL saja, tetapi juga para pelaku parkir liar.

“Nanti kita minta ada Linmas untuk menjaga kawasan jalur lambat, agar PKL tidak kembali menempati jalur lambat. Dan untuk mengantisipasi adanya parkir liar,” terang Didik.

Meski begitu, DPP tetap memberikan alternatif kepada para PKL yang ingin tetap berjualan dengan menawarkan lokasi di pasar Panggungrejo. Tetapi, Didik mengatakan, sejumlah PKL mengajukan permohonan agar diperbolehkan berjualan di belakang kampus UNS. DPP pun mengabulkan permohonan PKL.

“Dengan catatan, mereka berjualan di malam hari. Dan juga tidak boleh menggunakan tempat semi permanen apalagi permanen. Jadi datang bersih pulang juga harus bersih,” katanya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Arief Darmawan mengatakan, Satpol PP akan mengambil tindakan tegas jika nantinya masih ada PKL yang berjualan.

Ari Purnomo