JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Soal Nasib Museum Radya Pustaka, Gusti Puger: Aja Nggege Mangsa

Soal Nasib Museum Radya Pustaka, Gusti Puger: Aja Nggege Mangsa

128
BAGIKAN
KGPH Puger (berbaju Pangeran)
KGPH Puger (berbaju Pangeran)

SOLO– Wakil Raja Keraton Surakarta, Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger menyatakan pihaknya siap berdialog dengan ahli waris Sriwedari, dan Pemkot Solo terkait nasib Museum Radya Pustaka ke depannya. Dirinya juga meminta jangan ada kekhawatiran dan opini yang berlebihan, terkait nasib Radya Pustaka jika jadi dilakukan eksekusi.

“Sudahlah jangan beropini dan memancing ikan di air keruh. Nanti malah arahnya bisa ke fitnah, dan justru memperumit persoalan yang sudah ada. Yang jelas, kami dari Keraton siap berdialog untuk itu,” tegas Gusti Puger, Rabu (30/9/2015).

Setelah ada dialog dan titik temu kesepakatan antara Keraton Surakarta, ahli waris Sriwedari, dan Pemkot Solo, barulah disitu dibahas persoalan teknis seperti tatakelola, dan nasib koleksi museum Radya Pustaka yang mayoritas masih resmi menjadi milik Keraton Surakarta.

“Dialog dan sepakat dulu baru bicara lainnya. Aja nggege mangsa atau terlalu mendahului daripada nanti malah berisiko. Toh persoalannya jelas, dan masyarakat juga bisa turut memantau,” ucap Gusti Puger.

Selain itu, Gusti Puger juga siap membeberkan data hukum terkait sejarah museum Radya Pustaka, berikut koleksi yang ada di dalamnya.

“Semua jelas, dan masih bisa dilacak data hukum dan fakta sejarahnya. Jadi berfikirnya rasional saja, jangan bicara klenik soal museum,” ungkap Gusti Puger seraya tersenyum.

Deniawan Tommy Chandra Wijaya