Soal Sriwedari, Ketua DPRD Solo: Ahli Waris Tidak Punya Sertifikat

Soal Sriwedari, Ketua DPRD Solo: Ahli Waris Tidak Punya Sertifikat

93
gapura Sriwedari
gapura Sriwedari

SOLO– Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Abdul Ghofar Ismail mengingatkan agar kedua belah pihak saling menghormati proses hukum dalam sengketa Sriwedari. Dia pun berharap pihak-pihak yang bersengketa tak saling mengedepankan ego.

“Apapun hasilnya, sebaiknya memang menunggu proses hukum. Siapa pun yang menang, jangan sampai Sriwedari yang sudah menjadi ikon kota. Kalau memang nanti ahli waris, ya tentu harapannya tetap dimanfaatkan seperti sekarang,” ungkapnya.

Ghofar berharap, siapa pun yang mengelola Sriwedari harus berpedoman kepada Undang-undang Cagar Budaya Nomor 10/ 2011. Dengan demikian, upaya pengosongan Museum Radya Pustaka seharusnya juga ditunda terlebih dulu.

“Kalau dikosongkan sekarang, lalu barang-barang museum mau ditaruh mana ? Kalau menang ahli waris ya kita berharap museum tetap difungsikan sebagai museum. Kalau hanya menang-menangan hukum ya nggak akan selesai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

Sementara, Ketua DPRD Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan mendukung sepenuhnya upaya Pemkot mempertahankan Sriwedari sebagai aset publik. Ia berharap, PN Solo tidak serta merta melakukan eksekusi.

“Soal eksekusi itu, PN harus berpikir ulang. Itu tidak akan mudah. Pemkot saat ini juga sudah melakukan upaya hukum penundaan. Untuk memudahkan musem juga bukan hal gampang. Bahkan kalau sampai ada kerusakan, juga bisa dikenakan pidana,” ujar dia.

Ketua DPRD Teguh Prakosa menyatakan, siap mendukung langkah Pemkot dalam menempuh upaya hukum.

Lha ora nduwe sertifikat kok arep nundung uwong (Tidak punya sertifikat kok mau mengusir?) Mereka hanya mendapat HGB (Hak Guna Bangunan) dan sudah berakhir pada 23 September 1980. Pemkot punya bukti-bukti yang cukup untuk mengajukan PK (Peninjauan Kembali) Prinsipnya kami siap mendukung langkah pengembalian Sriwedari untuk publik,” jelasnya.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Terkait mencuatnya rencana aksi dan Petisi Sriwedari, Teguh pun siap ambil bagian di dalamnya. Namun, pihaknya berharap langkah tersebut juga diikuti seluruh legislator dari beragam partai politik.

“Saya harap semua mau ikut turun. Jangan dikira kami hanya cari suara menjelang Pilkada, namun benar-benar menjadi bagian dari keinginan warga,” kata dia.

Dini Tri Winaryani

BAGIKAN