JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Solo Techno Park Buka Pendidikan untuk Calon Supervisor Industri Tekstil

Solo Techno Park Buka Pendidikan untuk Calon Supervisor Industri Tekstil

290
Solo Techno Park | Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Solo Techno Park | Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO- Surakarta kekurangan tenaga ahli supervisor bidang industri tekstil. Kekurangan tersebut segaris dengan Wilayah Jawa Tengah  yang kekurangan 50.000an tenaga kerja bidang industri untuk 262 industri yang ada.

Terkait hal itu, Pusat Riset Teknologi Terapan Solo Techno Park (STP) membuka program Diploma II (DII) Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) khusus untuk lulusan SMA/SMK serta karyawan pabrik.

Humas STP, Darsono, menyebutkan, pendaftaran program tersebut akan ditutup Sabtu (26/9) mendatang dan perkuliahan akan dimulai tanggal 1 Oktober mendatang. Dikatakan Darsono, Program D-II Akademi Komunitas Industri TPT tersebut dibuka atas kerja sama Kementerian Perindustrian dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan STP.

“Program pertama sudah dibuka Senin (7/9) lalu khusus untuk mahasiswa angkatan pertama Program Studi (Prodi) Teknik Pembuatan Garmen, Teknik Pembuatan Kain Tenun dan Teknik Pembuatan Benang. Selanjutnya, total mahasiswa yang akan diterima sebanyak 180 untuk tiga Prodi, dimana 90 kursi diperuntukkan karyawan industri dan sisanya untuk umum,” paparnya kepada Joglosemar, Rabu (23/9/2015).

Menurut Darsono, pada awalnya pendaftaran dibuka hingga Sabtu (19/9). Akan tetapi karena kuota calon pendaftar belum terpenuhi, STP pun memperpanjang masa pendaftaran.

“Hingga saat ini, tercatat jumlah pendaftar calon mahasiswa untuk program tersebut baru ada 71 orang dari masyarakat umum dan 49 orang dari karyawan industri. Sosialisasi sudah kami lakukan, hanya saja mungkin kurang maksimal. Namun kami tetap berupaya untuk memperpanjang masa pendaftaran selama sepekan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif STP, L Sumadi, mengimbuhkan, beberapa langkah yang sudah ditempuh STP untuk mempromosikan program tersebut antara lain sosialisasi ke sekolah-sekolah dan industri, hingga publikasi melalui media massa.

“Karena memang sasaran kami dalam program ini jelas, lulusan SMA atau SMK dari masyarakat umum, serta karyawan industri yang ingin meningkatkan jenjang karir mereka. Sehingga sosialisasi kami menyasar kalangan industri, khususnya pabrik tekstil atau garmen,” tandasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto

 

BAGIKAN