JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Spanduk Penolakan Eksekusi Sriwedari Terpasang di Kawasan Museum Radya Pustaka

Spanduk Penolakan Eksekusi Sriwedari Terpasang di Kawasan Museum Radya Pustaka

92
Spanduk penolakan eksekusi lahan Sriwedari terpampang di depan Museum radya Pustaka | Joglosemar/Kurbiawan Arie
Spanduk penolakan eksekusi lahan Sriwedari terpampang di depan Museum radya Pustaka | Joglosemar/Kurbiawan Arie

SOLO – Spanduk penolakan eksekusi tanah sengketa Sriwedari terpasang di depan Museum Radya Pustaka.

Spanduk bertuliskan “Masyarakat Kota Surakarta Menolak Dengan Tegas Eksekusi Kawasan Cagar Budaya Sriwedari” itu dipasang sebagai bentuk dukungan warga yang menginginkan tanah Sriwedari tetap dikelola pemerintah untuk ruang publik.

“Kami yang pasang spanduk besar penolakan eksekusi tanah Sriwedari itu. Sebagai warga Solo kami tidak ingin kawasan cagar budaya itu hilang, karena di dalamnya terdapat Museum Radya Pustaka yang merupakan museum tertua di Indonesia,” ujar salah satu Tokoh Masyarakat Surakarta, HM. Sungkar, Senin (28/9/2015).

Warga berharap Pengadilan Negeri (PN) mempertimbangkan aspek sosialogis, psikologis dan nilai-nilai budaya dalam pengambilan keputusan eksekusi kawasan cagar budaya itu. Tidak hanya itu berbagai bentuk kegiatan pun akan dilakukan warga, untuk mendukung pengelolaan Sriwedari oleh pemerintah.

“Rencana kami akan gelar spanduk dukungan Sriwedari di Jakarta dan berharap presiden bisa turun tangan untuk mengambil langkah nyata. Berbagai bentuk dukungan untuk Sriwedari akan kami lakukan,” kata dia.

Sementara itu, Bambang Tuko mewakili Dewan Kurator Museum Keris juga berharap kawasan Sriwedari  tetap dikelola Pemkot Solo untuk nantinya dipakai sebagai ruang publik.

“Pastinya resah dengan kasus Sriwedari ini. Kami ingin tetap dikelola pemerintah untuk masyarakat,” pungkas dia.

Ari Welianto   

BAGIKAN