Sragen dan Solo Jadi Percontohan Nasional Pemetaan Batas Wilayah

Sragen dan Solo Jadi Percontohan Nasional Pemetaan Batas Wilayah

101
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN – Pemerintah pusat menunjuk Kabupaten Sragen dan Kota Solo sebagai pilot project atau daerah percontohan dalam pemetaan batas wilayah desa/kelurahan tingkat nasional.

Dipilihnya Sragen sebagai percontohan karena dinilai mempunyai kesiapan data yang baik dibanding ratusan kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia.

Hal itu terungkap dalam Temu Kerja Pelacakan Batas Desa/Kelurahan dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) pusat di Aula Sukowati  Setda Sragen, Senin (28/9/2015).

Baca Juga :  Dana Hibah Keraton Kasunanan Surakarta Tertahan, Ini Sebabnya

Staf Ahli Bidang Geodesi dan Perbatasan BIG, Sobar Sutisna mengatakan Sragen ditunjuk sebagai salah satu percontohan karena memiliki ketersediaan data-data teknis yang lengkap perihal pemetaan tapal batas.

Selain itu Pemkab Sragen selama ini telah bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pemetaan wilayah desa atau kelurahan.

“Sebetulnya kami memilih kabupaten itu berdasarkan kriteria permasalahan.  Dan Sragen memiliki ketersediaan itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisah Pelatih Paskibraka Kota Solo. Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisplinan

Sobar menjelaskan selain Sragen, Solo juga dipilih untuk dijadikan percontohan batas desa, dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.

Sedangkan hasil dari pelacakan batas desa/kelurahan oleh tim BIG dengan Pemkab Sragen ini nantinya akan ditetapkan dalam peraturan daerah atau peraturan bupati.

Wardoyo

BAGIKAN