JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Suami Lebih Pentingkan Pekerjaan Dibanding Istri? Coba Lakukan Ini

    Suami Lebih Pentingkan Pekerjaan Dibanding Istri? Coba Lakukan Ini

    306
    BAGIKAN
    ilustrasi
    ilustrasi

    SUDAH merupakan hal yang wajar apabila suami memiliki rutinitas pekerjaan dan disibukkan dengan pekerjaannya tersebut. Namun, apabila suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa pada Anda dan mengganggu langgengnya hubungan pernikahan, apa yang harus dilakukan? Lalu, apakah kondisi dimana suami terlalu “mesra” dengan pekerjaaannya ketimbang dengan Anda dan keluarga merupakan hal yang baik-baik saja?

    Menurut Tina B Tessina PhD, seorang psikoterapis berlisensi dan penulis buku Money, Sex and Kids: Stop Fighting About the Three Things That Can Ruin Your Marriage, bukan masalah apabila suami terlampau sibuk dengan pekerjaan.

    “Saat ini memiliki pasangan yang terobsesi dengan pekerjaan sudah cukup umum, karena kemajuan ekonomi dan fakta bahwa beberapa pekerjaan tingkat senior memaksa Anda untuk selalu dapat dihubungi, bekerja di mana saja dan kapan saja,” jelas Tessina.

    Akan tetapi, lanjut Tessina, sibuknya suami dengan pekerjaan akan menjadi masalah apabila ia jauh lebih banyak menghabiskan waktunya untuk pekerjaannya dan membuat pasangan menjadi tidak dapat menyandarkan diri padanya. Selain itu, tentu saja masalah akan timbul apabila kesibukan dengan pekerjaan menimbulkan pertengkaran dan ketegangan dalam hubungan.

    Apabila masalah ini sudah terjadi, Tessina menyarankan Anda untuk jangan langsung marah.

    “Perlu diingat bahwa bertengkar, marah, dan komplain hanya akan membuat pasangan malah menjauh dari Anda,” sebut Tessina.

    Dalam situasi seperti ini, Tessina menyarankan agar Anda memahami pekerjaan pasangan terlebih dahulu. Pikirkan apakah memang pasangan memiliki kecenderungan untuk menyibukkan diri pada pekerjaannya atau pekerjaannya memang menyita banyak waktu pasangan Anda.

    Selain itu, Tessina juga menyarankan Anda untuk membicarakannya pada pasangan. Tidak ada salahnya untuk menetapkan batas waktu untuk bekerja dan yakinkan pasangan untuk tetap meluangkan waktu untuk berdua dengan tingkat prioritas yang sama seperti ia memperlakukan pekerjaannya.

    Tribunnews