Sukses Menggendam di Jaten, Slamet dan Istrinya Dibekuk Kasatlantas Karanganyar

Sukses Menggendam di Jaten, Slamet dan Istrinya Dibekuk Kasatlantas Karanganyar

369
Dua pelaku pasangan suami istri (Pasutri) tindak kejahatan gendam yang beroperasi di wilayah Karanganyar yakni Slamet Riyadi (44) dan Melaniel Dwi Sunarsih (30) warga Kampung Jombok, Pule, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (10/9) sore berhasil dibekuk oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar AKP Bambang Erwadi.  Foto: Rudi Hartono
Dua pelaku pasangan suami istri (Pasutri) tindak kejahatan gendam yang beroperasi di wilayah Karanganyar yakni Slamet Riyadi (44) dan Melaniel Dwi Sunarsih (30) warga Kampung Jombok, Pule, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (10/9) sore berhasil dibekuk oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar AKP Bambang Erwadi. Foto: Rudi Hartono

KARANGANYAR – Dua pelaku pasangan suami istri (Pasutri) tindak kejahatan gendam yang beroperasi di wilayah Karanganyar yakni Slamet Riyadi (44) dan Melaniel Dwi Sunarsih (30) warga Kampung Jombok, Pule, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (10/9) sore berhasil dibekuk oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar AKP Bambang Erwadi.

Menurut dari Informasi yang dihimpun Joglosemar, penangkapan terhadap dua pelaku yang dilakukan oleh Kasat Lantas tersebut bermula dengan adanya laporan dari sejumlah warga masyarakat, didekat Toko Amigo, Jaten yang melaporkan ada korban penipuan dengan modus gendam.

Setelah mendapati laporan tersebut, Polres langsung menginformasikan kabar tersebut ke seluruh jajaran hingga ke satuan lalu lintas.

Kemudian, Kasat Lantas yang saat itu melakukan operasi rutin di sejumlah jalan di wilayah Karanganyar, langsung menemukan mobil yang dikendarai terduga pelaku. Setelah dihadang, Kasatlantas langsung mengingformasikan ke semua jajaran dan akhirnya dua pelaku tersebut dapat diamankan, untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Karanganyar guna penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Mengejutkan, Ini Barang-Barang Yang Ditemukan di Rumah Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar

“Kemarin itu, setelah adanya laporan dari sejumlah warga, semua anggota dari seluruh satuan langsung bergerak untuk melakukan operasi, dan setelah kita sisir ke sejumlah jalan, mobil yang dicurigai tersebut dapat ditemukan di daerah Jumog, Jaten, Karanganyar. Mobil itu langsung kita hentikan dan pelaku langsung diamankan ke Polres,” kata Kasat Lantas AKP Bambang Erwadi, saat menceritakan kejadian tersebut.

Sementara itu, dalam gelar perkara yang dilakukan oleh Polres Karanganyar, Kamis (10/9), menurut Kasubag Humas AKP Suryo Wibowo, mengungkapkan, dari hasil penyidikan yang dilakukan, bahwa kedua pelaku Pasutri tersebut tidak hanya bekerja sendirian.

Tapi pelaku bersama temannya yakni Nyoto yang diketahui masih menjadi buron, lantaran saat dilakukan penangkapan, Nyoto yang diketahui sebagai sopir mobil yang ditunggangi oleh pelaku berhasil kabur.

“Dari hasil penyidikan yang kita lakukan memang keduanya adalah pelaku tindak penipuan yang sebelumnya sempat menjalankan aksinya di salah satu swalayan di Karanganyar dan kemarin mencoba melakukan kembali tapi sudah berhasil kita tangkap,” kata Suryo.

Baca Juga :  20 Petani Tawangmangu Gelar Aksi Jalan Kaki Untuk Temui Ganjar Pranowo

Modus yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan meyakinkan korban agar uang yang dimiliki korban diberkahi dan berkembang dengan cara dimasukan kedalam tas yang sebelumnya disiapkan oleh pelaku. Setelah uang yang dimasukan kedalam tas tersebut diberikan kepada pelaku, oleh pelaku tas tersebut diganti dengan tas yang sama dengan resleting diberi kunci gembok kecil. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengatakan agar tas tersebut dibuka setelah 24 jam.

“Barang bukti yang kita amankan yakni dua tas pinggang dengan merk dan jenis sama, sejumlah perhiasan, satu unit mobil rental nopol W 1565 XW, serta tiga buah telur asin yang digunakan untuk mengecoh korban dalam aksinya,” jelas Kasubag.

Untuk mempertanggung jawabkan atas tindakannya, pasangan suami istri tersebut diganjal dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang tindak penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Rudi Hartono

BAGIKAN