Sulit Cari Investor, Solo Berencana Kelola Mandiri Putri Cempo

Sulit Cari Investor, Solo Berencana Kelola Mandiri Putri Cempo

89
SAPI DAN PEMULUNG- Pemulung, ternak sapi, dan alat berat tampak sedang beraktivitas di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, beberapa waktu lalu. Yuhan Perdana
IFoto: Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO – Pemkot Solo berencana mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Putri Cempo secara mandiri. Sikap ini menyusul tidak adanya investor yang bersedia mengelola TPA, meski Pemkot sudah melakukan penjaringan sejak beberapa tahun lalu.

Pemkot juga siap menganggarkan dana mencapai miliaran rupiah untuk menyokong operasional pengelolaan TPA.

Penjabat (Pj) Walikota Solo Budi Suharto saat ditemui wartawan di Balaikota, Kamis (10/9/2015) menjelaskan, penanganan TPA harus segera dilakukan. Karena, jika tidak kejadian kebakaran bisa saja berulang lagi.

Baca Juga :  Ini Kisah Pelatih Paskibraka, Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisiplinan

“Lha mana (investornya), sudah lama dilakukan penjaringan juga tidak ada (investor),” terang Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, kebakaran TPA Putri Cempo bisa saja dihindarkan jika tempat pembuangan sampah tersebut dikelola dengan baik. Untuk itu, jika sampai dalam tahun ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) tidak juga bisa mendapatkan investor bukan tidak mungkin tahun depan Pemkot akan turun tangan sendiri.

Budi meyakini, dengan pendanaan yang mencukupi Pemkot juga bisa mengelola TPA sesuai dengan sistem insenerasi.

“Dananya memang besar, kalau Rp10 miliar lebih. Nanti kita ajukan di APBD,” katanya.

Baca Juga :  Museum Keris Dibuka, Ini Permintaan PKL Selter Sriwedari

Dengan adanya pengelolaan secara mandiri, diharapkan sampah-sampah di TPA bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Karena, sejak beroperasi sekitar tahun 1980-an, sampah di TPA hanya ditumpuk. Akibatnya, penumpukan sampah sudah mencapai lebih dari 10 meter.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Hasta Gunawan pihaknya masih meminta petunjuk ke pemerintah pusat. Terutama soal adanya calon investor tunggal yang berniat mengelola TPA.

Ari Purnomo

BAGIKAN