Sultan HB X Tantang Pihak yang Menuduhnya Separatis Bicara di Pengadilan

Sultan HB X Tantang Pihak yang Menuduhnya Separatis Bicara di Pengadilan

80
Sri Sultan HB X  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Sri Sultan HB X

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

JOGJA– Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta pada pihak yang menuduh dirinya bertindak separatis, untuk menyampaikannya ke pengadilan.

Jangan hanya menyampaikan lewat surat dan berkomentar di media massa.

“Kalau keberatan itu di Pengadilan, tidak hanya pernyataan,” kata Sultan saat ditemui seusai acara wisuda akademi komunitas seni di Dinas Kebudayaan DIY, Rabu (23/9/2015).

Sultan menantang pihak Gerakan Anak Negeri Anti-Diskriminasi (Granad), yang sebelumnya menuding dirinya berlaku separatis dan diskriminasi, agar menyampaikannya secara terbuka.

Ia menilai ada pihak tertentu yang berkepentingan dan berlindung di balik isu ini.

“Enggak usah berlindung ke orang lain, keluarlah yang protes itu,” tegasnya.Sementara itu, Ketua Granad, Wilie Sebastian yang sebelumnya memprotes kebijakan Gubernur saat dimintai tanggapan mengenai hal ini, menegaskan bahwa ke depan memang berencana membawa perkara ini ke pengadilan.

“Nanti, kan semua tahapannya ada,” katanya.

Menurutnya, harusnya DPRD memanggil untuk melakukan klarifikasi. Sebab Granad memiliki alamat yang jelas, dan pengurusnya juga jelas.

Bahkan, ia mengaku sudah beberapa kali mengingatkan ke DPRD mengenai persoalan ini.

“Harusnya kan DPRD kita dipanggil, alamat kita jelas, orangnya jelas, bukan sembunyi-sembunyi. Terakhir karena tidak ditanggapi di daerah, ya kita naik ke pusat. Bahkan beberapa waktu kita juga sudah ketemu sekali dengan Ketua DPRD,” katanya.

Ia mengaku sudah memberikan peringatan tersebut sejak setahun lalu, baik ke Gubernur DIY, DPRD, hingga pemerintah pusat. Namun sejak 1 Juni 2014, belum ada tanggapan dan tindaklanjut dari laporan tersebut.

“Laporan kita pada bapak Presiden kali ini, ya hanya mengingatkan juga bahwa ini tidak bisa ditunda-tunda lagi,” katanya.

Tribun Jogja | M Nur Huda

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR