JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Suparno Berburu Tanda Tangan untuk Populerkan Batik Wonogiri

Suparno Berburu Tanda Tangan untuk Populerkan Batik Wonogiri

218
BAGIKAN
BELAJAR MEMBATIK – Salah seorang warga tampak tengah menggambar pola batik di secarik kain, dalam Workshop Membatik di Dusun Merakan, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Minggu (3/5/2015). Foto: Putradi Pamungkas
Salah seorang warga tampak tengah menggambar pola batik | Ilustrasi: Joglosemar/Putradi Pamungkas

SUPARNO, pengusaha batik asal Kecamatan Sidoarjo, Wonogiri, punya cara tersendiri dalam memperkenalkan batik Wonogiren.   la berburu tanda tangan masyarakat, PNS, Bupati Wonogiri hingga Gubernur Jawa Tengah.

Tak tanggung-tanggung, ia juga berencana memburu perhatian Presiden Joko Widodo agar sudi menorehkan tandatangan pada kain putih sepanjang 1001 meter.

Kemarin, di  Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, kain sepanjang 1001 meter itu dibentangkang.

“Aksi ini kami lakukan untuk mendorong masyarakat untuk mencintai batik Wonogiren. Banyak yang sudah pakai batik tapi masih sedikit yang melestarikan batik Wonogiren,” ujar Suparno, Kamis (10/9/2015).

Suparno mengungkapkan batik Wonogiren memiliki motif khas, yakni, mengambil kekayaan alam Wonogiri sebagai inspirasi dalam penentuan corak, di antaranya motif jambu mete, daun singkong dan ikan sebagai kekayaan yang terkandung di Waduk Gajah Mungkur.

Kain yang telah bertabur ribuan tanda tangan itu rencananya akan dibatik. Setelah itu, batik yang telah selesai akan diberikan pada kepada 300 anak yatim piatu dan 150 meter untuk para pejuang veteran Wonogiri. Sedang batik sepanjang 51 meter yang memuat tanda tangan presiden gubernur dan bupati  akan dimasukkan ke Museum Parnaraya Batik di Kecamatan Sidoharjo.

Banyaknya penggangguran juga menjadi alasannya untuk mengetuk perhatian pemerintah dalam mengangkat eksistensi batik Wonogiren.

Kendati baru mengawali usaha batik tahun 2011 lalu, ia tidak segan memberdayakan pemuda dan masyarakat Wonogiri.

“Saat ini kami membina sekitar 80 sampai 100 orang untuk menjadi perajin batik Wonogiren,” katanya.

Arief Setiyanto