Suplai Air Bersih ke Daerah Kekeringan di Boyolali Tersendat

Suplai Air Bersih ke Daerah Kekeringan di Boyolali Tersendat

75
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

BOYOLALI – Suplai bantuan droping air bersih untuk desa-desa yang dilanda kekeringan di Boyolali, terkendala minimnya armada tangki yang ada.

Sementara, itu distribusi bantuan air bersih diminta merata agar tidak memunculkan gejolak di masyarakat yang dilanda bencana.

Diakui Purwanto, Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali mengungkapkan, meluasnya daerah yang terdampak bencana kekeringan sehingga permintaan bantuan air bersih pun meningkat.

Di sisi lain menurut dia, jumlah bantuan pun cukup banyak, baik yang dari Pemkab Boyolali maupun instansi lain dan swasta.

Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

Hanya saja diakuinya, kendala penanganan bencana kekeringan tahun ini terkendala armada truk tangki yang digunakan untuk distribusi bantuan. Selama ini distribusi bantuan air bersih menggunakan truk tangki milik PDAM, DPU ESDM, dan Bagian Umum Setda.

“PDAM ada lima unit, DPU ESDM ada satu unit itu pun serabutan dengan kegiatan penyiraman taman kota, dan Setda punya satu unit. Sementara kami di BPBD justru belum punta truk tangki air,” ungkap Purwanto, Jumat (18/9/2015).

Baca Juga :  27 Persen Mahasiswa Baru UGM dari Keluarga Kurang Mampu

Dadar Hawantoro, Kabag Kesra Setda Boyolali membenarkan, tingginya permintaan bantuan air bersih hingga membuat pengiriman air bersih harus antre. Pasalnya, untuk wilayah yang sangat jauh seperti di wilayah Kecamatan Juwangi, paling banyak dalam satu hari hanya bisa mengirim satu truk tangki.

Ario Bhawono

BAGIKAN