JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tak Mau Dituduh Lalai, Insinyur Pembangunan Masjidil Haram: Itu Kuasa Allah

Tak Mau Dituduh Lalai, Insinyur Pembangunan Masjidil Haram: Itu Kuasa Allah

68
BAGIKAN

crane jatuh1MEKKAH– Insiden jatuhnya alat berat di Masjidil Haram Makkah yang menimpa para jamaah haji meninggalkan beberapa pekerjaan rumah untuk Kerajaan Saudi Arabia.

Raja Salman menyatakan akan mencari tahu kemungkinan lain penyebab jatuhnya derek selain faktor cuaca dan alam.

“Kami akan menyelidiki semua alasan dan setelah itu memberi tahukan hasilnya kepada warga,” kata Salman setelah mengunjungi situs Islam kutip Times of India dari AFP, Minggu (13/9/2015) malam.

Alat proyek berat yang roboh menimpa Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (11/9/2015), bukanlah sekadar alat berat biasa, itu merupakan crane raksasa yang berlokasi di dekat Masjidil Haram.

Disebut raksasa, sebab menurut informasi yang didapat oleh The Washington Post tingginya dikatakan mencapai sekitar 182 meter.

Crane itu bahkan lebih tinggi dari Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, yang tingginya hanya mencapai 132 meter.

Pada ilustrasinya, The Washington Post membandingkannya dengan Monumen Washington yang tingginya pun masih kalah dengan crane raksasa itu, karena hanya setinggi 169 meter.

Crane raksasa tersebut dikatakan oleng tertiup angin, sebelum kemudian roboh dan menembus atap Masjidil Haram.

Seorang insinyur dari Saudi Binladin Group, yang juga pengembang, menyatakan, derek telah dipasang dengan cara yang sangat profesional dan bahwa tak ada masalah teknis.

Bagaimana derek yang dipasang secara kuat itu bisa terjatuh? “Itu adalah kuasa Allah”, katanya.

Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr, mengatakan angin kencang berkecepatan 83 km/jam dan hujan deras merupakan penyebab insiden.

Irfan al-Alawi, dari co-founder of the Mecca-based Islamic Heritage Research Foundation mengatakan pemerintah telah lalai dengan memiliki serangkaian crane di masjid.

“Mereka tidak peduli tentang warisan, dan mereka tidak peduli tentang kesehatan dan keselamatan,” katanya.

Tribunjogja