JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Taman Sekartaji Kini Kumuh dan Tak Terawat

Taman Sekartaji Kini Kumuh dan Tak Terawat

217
BAGIKAN
JEMBATAN RUSAK - Rini (25), warga RT 1 RW XII Ngasinan, Jebres, melewati jembatan di Taman Sekartaji yang sudah rusak dan berlubang, Selasa (10/12). Joglosemar | Arief Setyanto
JEMBATAN RUSAK – Rini (25), warga RT 1 RW XII Ngasinan, Jebres, melewati jembatan di Taman Sekartaji yang sudah rusak dan berlubang. Joglosemar | Arief Setyanto

SOLO– Taman Sekartaji yang berada di Kecamatan Jebres kondisinya sangat kotor. Bahkan terdapat beberapa lampu taman yang hilang serta kondisi tanaman yang tidak terawat. Hal tersebut diketahui dari hasil Inspensi Mendadak (Sidak) dari Komisi II DPRD Kota Surakarta, Rabu (2/9/2015).

Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno mengatakan, saat Sidak tersebut, Sukasno menyayangkan kondisi taman yang kumuh.

“Bahkan disepanjang taman terlihat banyak sampah. Juga gelap. Mungkin dicuri orang lampunya, sehingga banyak yang hilang,” imbuh Sukasno.

Kemudian untuk kondisi tanaman di Taman Sekartaji terlihat kurang terawat.

“Kalau sampah banyak lalu tanaman kurang terawat, dipandang menjadi tidak bagus. Seharusnya taman itu ya idealnya harus bersih dan enak dipandang,” ujar Sukasno.

Untuk itu, Komisi II DPRD Kota Surakarta menghimbau kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta untuk memaksimalkan tenaga kebersihan di area Taman Sekartaji.

“Jangan dua sampai tiga hari sekali dibersihkan, namun setiap hari harus dibersihkan. Tenaga kebersihan kan sudah digaji sesuai UMK, jadi kerjanya juga harus setiap hari dan jam efektif perhari adalah tujuh jam,” kata Sukasno.

Selain dibersihkan, tanaman yang ada di taman juga harus rutin dirawat supaya terlihat bagus. Karena selain sebagai ruang hijau, taman ini juga berfungsi untuk keindahan kota. Sehingga tanaman yang ada di taman juga perlu dirawat.

Kemudian ketika disinggung terkait banyaknya orang pacaran di Taman Sekartaji tersebut, Sukasno menjawab tidak menemukan orang pacaran saat Sidak.

“Mungkin kalau pacaran di malam hari, kebetulan pas Sidak siang hari ini tidak ada yang pacaran,” pungkas Sukasno.

Dwi Hastuti