JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tanah Terkena Proyek Tol, Berikut Tuntutan Warga Kemiri dan Kebak

Tanah Terkena Proyek Tol, Berikut Tuntutan Warga Kemiri dan Kebak

189
BAGIKAN
KOMPENSASI TOL CAIR-Sejumlah warga melintas di jalan Tol Solo Kertosono, Jumat (10/5). Dana Kompensasi sebesar Rp. 12,1 Miliar untuk 38 keluarga wilayah Kadipiro cair. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
Ilustrasi. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

KARANGANYAR – Sejumlah warga di Desa Kemiri dan Kebak, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar, yang terkena proyek Pembangunan Jalur Interchange Tol Solo – Mantingan I, mematok harga per meter tanah mereka sebesar Rp 850.000.

Tak hanya itu saja, sejumlah warga juga meminta kepada pihak pengelola proyek agar nantinya membuatkan jalan akses yang ada di persawahan mereka. Lantaran jika nantinya jalur Interchange Tol tersebut dibuat, akses untuk mobilitas pertanian terputus dan harus mencari jalur alternatif lainnya.

“Sebenarnya kalau masalah harga itu tidak begitu mas yang penting sepakat. Tapi untuk akses jalannya itu lo, nanti kalau pembangunan proyek itu berjalan dan jadi, kalau mau kesawah kita harus muter beberapa kilo, itu yang jadi masalahnya,” terang Sakinem (50) salah satu warga Kemiri yang sebagian lahannya terkena dampak pembangunan saat ditemui wartawan disela-sela rapat bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Badan Pertanahan Nasional Karanganyar di Balaidesa Kemiri, Kebakramat Selasa (8/9/2015).

Disisi lain, menurut kepala Desa Kemiri Amin Sadimin, mengungkapkan, dalam proses pembangunan jalur Interchange tol Solo-Mantingan I yang melintas di wilayahnya tersebut, sebenarnya tidak ada masalah.

“Ya hanya itu saja, soal harga dan akses jalan, itu nanti terserah dari pihak PPK seperti apa. Ada sekitar 15 lahan milik warga dan dua lahan itu masuk tanah kas desa,” terang Amin.

Sementara itu, PPK Pembangunan jalur interchange Solo, Kertosono Qomaruzaman, mengetahakan,bahwa tahapan untuk pembangunan tersebut masih proses inventarisasi terhadap sejumlah lahan milik warga yang dilakukan oleh BPN setempat. Jika nantinya proses inventarisasi ini selesai, maka akan dilanjutkan dengan proses aprasial oleh tim.

“Ini masih inventarisasi, kalau sudah deal proses inventarisasi, maka nanti akan dilanjutkan soal harga dari tim aprasial. Kalau soal permintaan warga untuk pembangunan jalan akses persawahan itu nanti warga untuk melakukan usulan ke kelurahan. Dan usulan itu nanti kita sampaikan ke pimpinan dan sejumlah Satuan Kerja (Satker),” kata Qomar.

Rudi Hartono