JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tari Pura Mangkunegaran Pukau Publik Inggris

Tari Pura Mangkunegaran Pukau Publik Inggris

127
BAGIKAN
MANGKUNEGARAN PERFORMING ART--Penari membawakan Tari Harjuno Newata Kawaca saat tampil dalam Mangkunegaran Performing Art 2013 di Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (11/5) malam. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi | Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

LONDON – Para penari dari Pura Mangkunegara “Soerya Soemirat” yang menampilkan Srimpi Muncar membuat publik di Inggris terpana dalam pertunjukan digelar di Queen Elizabeth Hall, Southbank, London, Sabtu (6/9/2015) malam.

“Tarian yang sangat indah, I love it,” ujar Doerte Weig, periset Inggris kepada Antara, usai pertunjukan selama satu jam yang diikuti dengan tanya-jawab dengan seluruh penari.

Lebih dari 500 penonton termasuk Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia bersama Ny Lastry Thayeb memberikan aplaus kepada penari dan pemain gamelan yang tampil dalam acara Discover Indonesia yang digelar di empat kota di Inggris.

Tari Srimpi Muncar diciptakan KGPAA Mangkunegara VII, dibawakan  empat penari yang mengisahkan Princess Kelasworo dari Jawa dan Putri Adaninggar yang keturunan Tiongkok.

Dikisahkan kedua putri tersebut jatuh cinta dengan orang yang sama, Wong Agung Menak.  Tarian tersebut merupakan perwujudan dari konflik yang berakhir dengan Princess Kelasworo memenangi cinta sang pria.

Srimpi Muncar  menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemah lembutan dengan gerakan yang pelan serta anggun diiringi suara musik gamelan. Selain tari Srimpi Muncar juga ditampilkan Tari topeng Kelono, salah satu jenis tari topeng yang berasal dari Cirebon.

Tari topeng Kelono bercerita tentang seorang raja di wilayah Bantar Angin yang menanggung kekuatan besar, kekayaan, dan ketegasan namun menghadapi banyak tantangan yang disebabkan oleh caranya yang kasar.  Tari Kelono di bawakan seorang penari lelaki bergerak diantara gerakan yang lembut dan heroik.

Tim Kesenian dari Kraton Mangkunegaran juga menampilkan Tari Bambangan Cakil. Disertai dengan ketukan gamelan, tarian ini menggambarkan epik Perang Kembang – Perang Blossom –  pertempuran antara satu ksatria dan raksasa mitos.

Dua penari selama 25 menit membawakan kisah tentang Bambangan Cakil. Knight (Bambangan) adalah karakter yang lembut dan hanya, sementara raksasa (Cakil) adalah ganas dan penuh kemarahan. Tarian menegaskan bahwa kejahatan dan murka akan selalu kalah ke tangan orang-orang benar.

Para penari dan musisi Soerya Soemirat yang berbasis di Istana Mangkunegaran di Solo, Jawa Tengah didirikan tahun 1982 oleh almarhum Herwasto Kusumo, juga mengelar workshop untuk memberikan pendidikan seni kepada generasi muda Solo, dalam rangka melestarikan tradisi tarian ini.

“Saya senang bisa tampil mengisi acara Discover Indonesia,” ujar salah seorang penari dari kelompok tari Soerya Semirat, Rury Avianti kepada Antara  usai acara tanya jawab dengan penonton.

Kehadiran Soerya Soemira, di Inggris merupakan bagian dari empat tahun Program antara Indonesia dan Inggris sebagai bagian dari komitmen kemitraan pada industri kreatif antara pemerintah Indonesia dan Inggris.

Antara