JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tarkam di Boyolali Banjir Pemain Profesional

Tarkam di Boyolali Banjir Pemain Profesional

371
BAGIKAN
Pemain Persis Solo Bayu Nugroho berusaha melewati hadangan pemain PSIS Semarang Elyas pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto : Maksum N F
Pemain Persis Solo dan PSIS Semarang berpeluang jumpa di Tumang Cup 2015 lantaran mereka akan membela salah satu kontestan.. Foto : Maksum N F

SOLO – Tarikan Kampung (Tarkam) Tumang Cup kembali kebanjiran pemain bintang pada penyelenggaraan tahun kelima di Stadion Perjuangan Tumang, Cepogo, Boyolali, mulai 15 September hingga 10 Oktober mendatang.

Tuan rumah Persitu Tumang menjadi tim yang paling mengkilap. Mereka sudah memastikan memborong skuad inti PSIS Semarang yang tampil di Polda Jateng Cup 2015 lalu.

Bukan hanya itu, untuk melengkapi kekuatan tim, mereka merogoh kocek dalam-dalam untuk mengikat dua pemain asing, Julio Alcorse dan Ronald Fagundez.

Persitu bukan satu-satunya tim yang memborong skuad inti kesebelasan profesional. PJM Boyolali dan Bajang Koplak Wonogiri memastikan menggunakan tim yang tampil di Piala Kemerdekaan 2015 lalu.

PJM Boyolali memakai jasa para pemain PPSM Magelang dan Bajang Koplak memakai Persinga Ngawi. Langkah itu kemudian diikuti Solo Football Academy (SFA) yang memaksimalkan pemain Persis Solo.

“Tim-tim lain pun datang dengan pemain profesional. Zettle Meyer Karanganyar ada Anindito Wahyu dari Mitra Kukar. STC Salatiga pakai Bayu Pradana dari Persiba Balikpapan. Serta Guyup Rukun Klaten memaksimalkan Martinus eks Timnas U-19,” terang Panitia Tumang Cup 2015, Felani Ade Widakdo kepada Joglsosemar, Jumat (18/9/2015) sore.

Selain itu,ada dua tim muda yang kekuatannya tak bisa diremehkan. Mulai PPLP Jawa Tengah dan Persis Muda. Kedua tim ini bermaterikan pemain Persis Solo Junior (Jr) 2014 yang jadi runner up Piala Soeratin 2014.

Asisten Pelatih Persis Muda, Guntoro Tri Prasetyo mengaku senang Tumang Cup 2015 diikuti pemain-pemain profesional.

“Semakin banyak tim bagus kita semakin senang. Para pemain bisa mengambil pengalaman dari senior-seniornya. Tujuan utama kita ikut banyak turnamen kan itu. Selain tentunya ingin berprestasi,” tutur Guntoro.

Ada 24 tim yang berpartisipasi pada tahun ini. Delapan tim unggulan, seperti PJM Boyolali, Bajang Koplak, Persis Muda, Persitu hingga Unsa Asmi Solo langsung masuk babak utama. Sementara 16 tim lain harus melewati babak kualifikasi.

Nofik Lukman Hakim