JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tenis Meja Indonesia Incar Tiket Paralympic 2016

Tenis Meja Indonesia Incar Tiket Paralympic 2016

215
BAGIKAN
Atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia cabang olahraga tenis meja mengikuti latihan di gedung olahraga Manahan Solo, Senin (16/03/2015). Rencananya atlet tersebut dipersiapkan untuk mengikuti Asean Para Games (APG) 2015 Singapura. Foto: Maksum N F
Atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia cabang olahraga tenis meja mengikuti latihan di gedung olahraga Manahan Solo, Senin (16/03/2015). Rencananya atlet tersebut dipersiapkan untuk mengikuti Asean Para Games (APG) 2015 Singapura. Foto: Maksum N F

SOLO – Tim Tenis Meja National Paralympic Committee (NPC) Indonesia akan mengirimkan sejumlah atletnya untuk mengikuti kejuaraan tenis meja dunia di Jordania, 22-28 Oktober mendatang.

Ajang itu menjadi kesempatan bagi Komet Akbar dan kawan-kawan untuk memastikan tiket ke Paralympic 2016 di Brazil.

Cabang Olahraga (Cabor) tenis meja sejauh ini sudah meloloskan satu atletnya, yakni David Jacob yang turun di kelas TT10 putra.

Atlet peringkat dua dunia itu sebelumnya malah pernah mendapat medali perak saat mengikuti Paralympic 2012 di London, Inggris.

Selain David, ada tiga paralympian (sebutan atlet difabel,red) yang berkesempatan besar mendapat tiket ke Brazil.

Ketiganya yakni Komet Akbar yang main di kelas TT10, Agus Sutanto (TT5) dan Tatok Hardianto (TT5). Ketiganya yang kini berada di ranking 15-20 dunia harus masuk ke peringkat sepuluh dunia.

“Kalau bisa masuk final, apalagi juara, kesempatan lolos ke Brazil sangat besar. Karena poin yang didapat cukup banyak. Bila nantinya tetap belum masuk, masih ada satu kejuaraan dunia di Beijing pada bulan November mendatang,” terang Pelatih Tenis Meja NPC Indonesia, Rima Ferdianto, Kamis (24/9/2015) sore.

Selain mereka, Indonesia juga memboyong beberapa atlet lain, seperti Supriyatna (TT9 putra), Osrita Muslim (TT3 putri), Sheila Dwi Radayana (TT10 putri), Suwarti (TT8) dan Tarsilem (TT4 putri).

Diluar proyeksi Brazil, ajang itu merupakan event pemanasan sebelum tampil di Asean Para Games (APG) 2015 Singapura.

Nofik Lukman Hakim