JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Terbukti Terlibat Korupsi Kredit BKK Karangmalang, Wawan Divonis 1 Tahun Penjara

Terbukti Terlibat Korupsi Kredit BKK Karangmalang, Wawan Divonis 1 Tahun Penjara

120
BAGIKAN
ilustrasi sidang
ilustrasi sidang

SRAGEN– Mantan Kepala Seksi (Kasie) Kredit BKK Karangmalang Cabang Tangen periode Tahun 2010, Hermawan Wijanarko alias Wawan divonis satu tahun penjara dalam skandal korupsi berantai dana kredit BKK Karangmalang Cabang Tangen senilai Rp 1,080 miliar.

Mantan atasan Kasubsie Kredit, Sriyatun yang menjadi aktor utama korupsi ini, tersebut juga didenda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Vonis itu disampaikan oleh Kepala Kejari Sragen, Victor Saut Tampubolon kepada Joglosemar, Rabu (30/9/2015). Putusan untuk Wawan terungkap dalam sidang putusan perkara tersebut oleh Pengadilan Tipikor Semarang yang digelar beberapa hari lalu.

Victor mengungkapkan sidang untuk perkara dengan terdakwa Wawan dipimpin oleh Ketua Majelis Ari Widodo dengan anggota Anastacia Tyas Een dan Agoes Prijadi. Berdasarkan amar putusan, majelis menyimpulkan terdakwa terbukti melanggar pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP yakni turut serta membantu tindak pidana korupsi.

“Terdakwa divonis satu tahun penjara dipotong masa tahanan. Lantas, ditambah denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Terbuktinya pasal 3,” papar Victor ditemui saat hadir dalam penyambutan Tim Kemenpolhukam ke Sragen, kemarin.

Terhadap putusan hakim, terdakwa langsung pasrah dan menyatakan menerima putusan tersebut. Terdakwa merupakan tersangka kelima yang terseret dalam pusaran korupsi yang sudah memenjarakan tiga pejabat BKK dan membuat satu calon tersangka meninggal dunia tersebut.

Padahal, dalam berkas perkara, Wawan hanya menjabat sebagai Kasie Kredit di BKK Tangen selama 29 hari pada 27 September 2010. Yang bersangkutan dinyatakan bersalah karena terbukti terlibat menandatangani 11 berkas pengajuan kredit oleh Sriyatun.

Dari 11 berkas itu, total nominal kreditnya sebesar Rp 130 juta. Meski tidak menikmati uangnya, ia turut terseret karena terbukti lalai dalam menggunakan kewenangannya sehingga mengabikatkan timbulnya kerugian negara.

Kasus ini sendiri sudha memenjarakan sang aktor intelektual, Sriyatun dan dua mantan Kasie Kredit, Hudi Hardoko serta Widodo Teguh. Satu mantan Kasie Kredit lainnya, berinisial PH, meninggal sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 2014 lalu.

Wardoyo