Teroris Sembunyikan Istrinya di Kamar Tahanan, Kepala Lapas Surabaya Mengakui Kecolongan

    Teroris Sembunyikan Istrinya di Kamar Tahanan, Kepala Lapas Surabaya Mengakui Kecolongan

    139
    Ilustrasi: buzzwok.com
    Ilustrasi: buzzwok.com

    SURABAYA– Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Heri Prasetyo mengaku kecolongan dengan ditemukannya perempuan di dalam sel napi. Prasetyo menduga istri napi teroris itu sempat menginap di kamar penjara suaminya dua malam. “Kami menduga, perempuan itu menyusup ke kamar suaminya pada Rabu (9/9) dan baru ditemukan sebelum kita datangi kamarnya,” ungkap Prasetyo.

    Dugaan itu mencuat lantaran hari bezuk untuk napi terorisme hanya Senin, Rabu, dan Jumat. Prastyo menduga pada Rabu itulah perempuan ini menyelinap masuk ke sel suaminya. Kemudian WY berencana keluar dari kamar suaminya di hari besuk selanjutnya.

    Prasetyo mengatakan, istri Abdullah masuk sel suami setelah sebelumnya masuk toilet. Toilet ini bisa dipakai setiap pembezuk. Untuk mencapai toilet yang lokasinya di lorong kamar, pengunjung melewati kamar-kamar sel yang dihuni napi.

    Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

    Jeruji kamar sel itu tidak terkunci pada jam bezuk. Setelah masuk kamar mandi, perempuan ini menyusup masuk ke kamar suaminya. “Dia perhatikan dulu situasi di luar, begitu dirasa sepi dan aman, dia masuk ke kamar Abdullah,” katanya.

    Bila tidak ditemukan, perempuan itu rencananya akan keluar pada Jumat (11/9/2015) atau di hari bezuk selanjutnya. Sipir lapas tidak setiap hari memeriksa isi kamar para napi. Inilah yang membuat Abdullah berani menyelundupkan istri masuk kamar.

    Prasetyo mengatakan jumlah sipir terbatas sehingga ada wanita bisa menyusup ke lapas. Menurutnya, Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong Sidoarjo dihuni sebanyak 1.193 napi. Adapun narapidana terorisme sebanyak 15 orang. Sementara penjaga lapas yang bertugas setiap sift hanya 17 orang. “Idealnya 30 petugas setiap shift,” kata dia.

    Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

    Prasetyo akan melakukan pemeriksaan internal terhadap petugas lapas. “Tidak menutup kemungkinan akan kami beri sanksi kalau benar ada petugas yang dengan sengaja menyusupkan istri teroris ke dalam lapas,” katanya.

    Kasus serupa juga pernah terjadi di Lapas Lowokwaru, Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Seorang perempuan ditemukan berdua bersama napi terorisme di kamar mandi. Penemuan ini memicu kericuhan antara narapidana umum dengan napi terorisme. Narapidana lain tak terima seorang sipir dihajar napi terorisme yang marah seteleh kepergok berduaan dengan perempuan di kamar mandi.

    Tribunnews

    BAGIKAN