JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tersambar Kereta Api, Kepala Slamet Mursidi Terpental Jauh

Tersambar Kereta Api, Kepala Slamet Mursidi Terpental Jauh

198
Ilustrasi: dok.soloblitz
Ilustrasi: dok.soloblitz

SRAGEN – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan tanpa palang di jalan Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kalijambe, Senin (14/9/2015) dinihari pukul 03.30 WIB. Seorang kakek bernama Slamet Mursidi (60) warga Dukuh Cengkklik RT 5, Jetiskarangpung, Kalijambe tewas setelah tersambar dan tergilas kereta api Majapahit jurusan Jakarta-Malang yang melintas.

Korban ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan dan nyaris tak dapat dikenali. Selain tubuhnya hancur, beberapa bagian tubuhnya juga sudah tidak utuh. Termasuk kepalanya juga ditemukan sudah terpisah jauh dari tubuhnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan diduga bermula ketika korban yang berjalan kaki, hendak menyeberang perlintasan kereta tanpa palang di Dukuh Siboto tersebut. Karena kondisi malam, korban langsung nyelonong tanpa memperhatikan situasi sekitar rel.

Saat berada tepat di atas lintasan, bersamaan dengan itu meluncur kereta api Majapahit 150 dari arah selatan. Karena jarak terlalu dekat dan korban tak lagi bisa menghindar, kereta besi itu pun tanpa ampun menghajar tubuh renta Slamet. Korban sempat terseret sekitar 100 meter sehingga mengakibatkan luka parah dan beberapa bagian tubuhnya  ditemukan tercecer di perlintasan.

“Saya tahunya tadi sudah ramai-ramai pas dievakuasi. Kondisinya sangat mengenaskan. Kepalanya bahkan tidak diketahui,” ujar Winarso, salah satu saksi mata.

Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kapolsek Kalijambe AKP MArsidi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya mendapat laporan dari Polsuska Surakarta bahwa ada korban tertabrak kereta api di titik Siboto dan kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan.

“Korban sudah kami temukan meninggal dunia karena tertabrak kereta. Setelah kita cek identitasnya dia adalah warga Jetiskarangpung. Karena hasil visum tidak ada tanda kekerasan atau pengniayaan, jasad korban langsung diserahkan ke pihak kerabat untuk dimakamkan,” tandasnya.

Wardoyo

BAGIKAN