JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tim Ahli Pemugaran Usul Candi Sukuh Tidak Dibongkar Seluruhnya

Tim Ahli Pemugaran Usul Candi Sukuh Tidak Dibongkar Seluruhnya

69
BAGIKAN
Sejumlah wisatawan mengunjungi objek wisata Candi Sukuh yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso | dok.Joglosemar
Sejumlah wisatawan mengunjungi objek wisata Candi Sukuh yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso | dok.Joglosemar

KARANGANYAR – Tim ahli pemugaran Candi Sukuh mengusulkan pembongkaran candi tidak dilakukan seutuhnya.

“Kami mengusulkan untuk tidak dibongkar semunya, hanya tanah yang di atas setinggi 30 cm itu saja yang diubah, karena itu termasuk tanah budaya atau tanah tambahan. Kalupun dibongkar itu sangat riskan, karena jika dibongkar tanah yang kondisinya sudah stabil, annti akan rapuh dan pengembalian batu sangatlah susah,” terang Arkeolog dari Universitas Gajah Mada (UGM) Niken Wirasanti, yang menjadi anggota tim ahli dalam pemugaran..

Dikatakan Niken, struktur bangunan candi Sukuh ini berbeda dengan candi lainnya. Pasalnya kalau candi lainnya itu ada kuncian batu, untuk Candi Sukuh pemasangan batu satu dengan batu yang lain tidak ada kuncinya.

“Ini yang nanti akan kita diskusikan, karena hal itu terkait dengan pemasangan kembali batu yang nantinya akan dikembalikan, teknik seperti apa yang nanti dibuat. Karena seminimal mungkin untuk mengurangi dampak agar tidak merusak benda cagar budaya ini,” kata Niken.

Tim dari Arkeologi dan Geologi pemugaran Candi Sukuh, juga menemukan artefak di dalam bangunan candi setelah tim peneliti Sabtu (5/9/2015) melakukan penelitian kembali terhadap hasil dari proses pemugaran yang dilakukan oleh sejumlah pekerja pada periode pertama.

Proses pemugaran pertama yang dilakukan oleh sejumlah pekerja, mereka menemukan didalam dinding batu yang terpasang pada bangunan candi Sukuh, Masih terdapat empat tumpukan batu yang mengelilingi tanah yang sebelumnya diduga sebagai bukit.

“Setelah dilakukan pemugaran oleh sejumlah pakar pada periode satu ini, tadi kita menemukan antefak batu yang terletak di dalam candi. Modelnya seperti gunungan wayang segitiga. Tapi itu baru sebagian saja. Biasanya antefak itukan berada di luar, tapi kenapa ini di dalam juga ada, itu yang akan kita teliti,” terang Niken.

Rudi Hartono