JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Transplantasi Ginjal Buatan Segera Menjadi Kenyataan

Transplantasi Ginjal Buatan Segera Menjadi Kenyataan

84
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA– Transplantasi ginjal buatan sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Ilmuwan baru-baru ini berhasil melakukan ujicoba pencangkokan ginjal buatan pada tikus dan babi. Ginjal itu bisa bekerja dengan baik.

Takashi Yokoo dan rekannya dari Sekolah Kedokteran di Universitas Jikei mengembangkan ginjal buatan dari sel punca, sel bakal yang mampu berkembang menjadi jenis sel apapun.

Tak seperti ilmuwan lain yang hanya membuat ginjal, Yokoo dan timnya juga mengembangkan saluran kemih dan kantung kemih, tempat urin untuk sementara ditampung.

Yokoo menggunakan tikus sebagai media inkubasi bagi ginjal yang dikembangkannya. Untuk mengujicoba fungsi ginjal, Yokoo menghubungkan ginjal, saluran, dan kantung kemih buatan ke kantung kemih pada tikus.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa ginjal buatan bisa menyaring urin. Percobaan diulang dengan rentang waktu delapan minggu dan hasilnya juga baik.

Berhasil melakukan pada tikus, Yokoo dan timnya mengujicoba fungsi ginjal buatan pada babi. Hasil eksperimen juga baik. Keberhasilan itu dipublikasikan di artikel dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Chris Mason, ahli sel punca dan regenerasi di University College London, yang tak terlibat riset berkomentar, “Ini adalah kemajuan menarik. Dasarnya kuat dan mereka memiliki data bagus pada hewan.”

Namun, kepada BBC, Selasa (22/9/2015), Mason mengingatkan, “Itu tak berarti langsung bisa bekerja pada manusia. Butuh bertahun-tahun. Ini sangat mekanistik. Tapi ini membawa kita lebih dekat pada bagaimana penyaluran urin bekerja.”

Upaya mengembangkan ginjal sintetis dilakukan oleh banyak ilmuwan. Harald Ott, ahli sel punca dan regenerasi dari Amerika Serikat mengembangkan dengan cara lain, membuang jaringan mati pada ginjal dan menggantinya dengan yang sehat.

Ott mengungkapkan, dengan cara itu ginjal dapat ditumbuhkan lebih cepat dan efisien, tidak perlu mengembangkan dari nol. Tapi keberhasilannya pada manusia kini juga belum bisa dijamin.

Tribunjateng

BAGIKAN