Tumpeng Kidang Soka Meriahkan Kirab Purwodiningratan

Tumpeng Kidang Soka Meriahkan Kirab Purwodiningratan

219
Joglosemar-Insan Dipo Ferdias KIRAB TUMPENG: Warga mengikuti Kirab Tumpeng Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Solo, Minggu (27/9).
Joglosemar-Insan Dipo Ferdias
KIRAB TUMPENG: Warga mengikuti Kirab Tumpeng Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Solo, Minggu (27/9).

SOLO-Sebanyak 32 tumpeng dari berbagai jenis dikirab dalam Kirab Tumpeng Purwodiningratan, Minggu (27/9/2015). Dalam tumpeng tersebut mempunyai makna tersendiri, seperti tumpeng Kidang Soka yang mana bentuknya tetap tumpeng berisi nasi dan uang resehan mulai dari nominal seratus rupiah sampai ribuan.

Hal ini dimaknai bawah sesuatu hal yang besar selalu dimulai dari hal-hal yang terkecil dulu. Ini juga untuk mengingatkan jika manusia itu berasal dari kecil dulu atau asal mulanya, bisa dikatakan dari tidak ada sampai ada dan selalu bersyukur.

Ada juga Tumpeng Sangga Langit yang terbuat dari ketan merah dan putih, yang mana ini dimaknai sebagai bentuk syukur jika bangsa Indonesia telah merdeka.

“Kalau kami membuat Tumpeng Sangga Langgit yang semuanya terbuat dari ketan merah dan putih. Jadi tumpengnya itu merah putih mulai dari atas sampai bawah,” terang Perwakilan RW VIII Purwodiningratan, Sri Wahono.

Menurutnya, tumpeng ini dimaknai sebagai bentuk kemerdekaan setelah puluhan tahun berjuang melawan penjajah. Bahkan yang membawa tumpeng ini juga memakai pakaian merah putih guna menyesuaikan tema tumpeng yang sudah dibuat ini.

Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

Sekaligus ini untuk memotivasi buat masyarakat dan tetap mempertahankan kemerdekaan yang sudah direbut oleh para pejuang dengan melawan penjajah.

“Ini tumpeng kemerdekaan setelah berjuang. Untuk membuat tumpeng itu kocokan dari panitian dan kebetulan kami dapat jatah membuat ini, tahun kemaren beda buatnya,” kata dia.

Ketua Panitia Tumpeng Purwodiningratan, Ari Tamtomo mengatakan jika ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat yang diwujudkan dalam membuat tumpeng. Yang mana masyarakat juga diajak untuk berkreasi membuat tumpeng dengan tema yang sudah ditentukan, seperti Tumpeng Kidang Soka, Tumpeng Sangga Langit, Tumpeng Gunung Sari, Tumpeng Pangruwat, Tumpeng Robyong, Tumpeng Bedha Negara maupun Tumpeng Pangapit.

“Kami kami tumpeng ini sebagai bentuk syukur atas segala hal yang diberikan kepada masyarakat. Untuk temanya itu “Ayo Kerja” dan kostum yang dipakai peserta pun unik, lewat ini makan masyarakat tidak melupakan ke gotong royongan dan saling menolong antar warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

Sementara itu Pejabat Walikota Surakarta, Budi Suharto menyatakan jika pelaksanaan kirab ini harus menjadi media masyarakat untuk bersosialisasi. Yang mana saling menolong maupun menjaga kerukunuan antar warga.

“ Pelaksanaan ini tidak hanya sekedar dilaksanakan saja tapi juga harus menjadi media bagi masyarakat untuk saling menjaga kerukunan,” pungkas dia.

Seperti diketahui jika Kirab Tumpeng Purwodiningratan ini digelar tiap tahunnya. Yang mana ini diawali dengan mengambil mana dari salah satu penduduk disini, yaitu Kanjeng Raden Mas Aryo Purwodiningrat yang menjabat sebagai kepatihan Keraton Kasunanan Surakarta.

Yang mana lama-lama nama tersebut menjadi nama desa Purwodiningratan, maka sebagai bentuk raya syukur ini diwujudkan dalam bentuk tumpeng.

Ari Welianto

BAGIKAN