JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Turunkan Harga BBM, Pemerintah Bisa Tekan Angka Kemiskinan

Turunkan Harga BBM, Pemerintah Bisa Tekan Angka Kemiskinan

47
BAGIKAN
Aksi teatrikal unjuk rasa kenaikan harga BBM oleh Front Mahasiswa Soloraya, Selasa (31/03/2015) di depan Pasar Gede Solo. Foto: Maksum Nur Fauzan
Aksi teatrikal unjuk rasa kenaikan harga BBM oleh Front Mahasiswa Soloraya, Selasa (31/03/2015) di depan Pasar Gede Solo. Foto: Maksum Nur Fauzan

JAKARTA – Pemerintah diimbau menurunkan harga bahan bakar minyak jenis premium menjadi Rp 7.000 per liter agar angka kemiskinan di Indonesia dapat berkurang.

Kepala Kajian Kemiskinan dan Perlindungan Universitas Indonesia, Teguh Dartanto, mengatakan ‎saat kondisi ekonomi sedang melambat diperlukan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat untuk mendorong daya belinya kembali meningkat di antaranya lewat penurunan harga BBM.

“Sebanyak 165 ribu orang akan terselamatkan kalau harga BBM turun sekitar 5 persen atau Rp 400 (saat ini harga premium Rp 7.400 per liter),” ujar ‎Teguh dalam diskusi Energi Kita di Jakarta, Minggu (20/9/2015).

Masyarakat sekarang bertanya-tanya kenapa harga BBM tidak kunjung turun padahal harga minyak dunia turun di bawah 50 dolar AS per barel. Sehingga, Ia berharap paket kebijakan ekonomi Jokowi ke depan menurunkan harga BBM.

“‎Kalau paket kebijakan yang kemarin itu tidak menyentuh masyarakat bawah. Saya berharap ada kebijakan yang menyentuh masyarakat secara langsung,” terang Teguh.

Penyesuaian harga BBM yang selama ini dijalankan enam bulan, seharusnya diubah menjadi dua bulan sekali.

“Kalau enam bulan, ketika naik atau turun selisihnya terlalu besar, kalau dua bulan sekali penyesuaiannya lebih smooth,” beber dia.

Tribunnnews