JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Uniba Solo Urung Buka Program Studi Batik

Uniba Solo Urung Buka Program Studi Batik

119
BAGIKAN
BELAJAR MEMBATIK – Salah seorang warga tampak tengah menggambar pola batik di secarik kain, dalam Workshop Membatik di Dusun Merakan, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Minggu (3/5/2015). Foto: Putradi Pamungkas
Ilustrasi: Joglosemar/ Putradi Pamungkas

SOLO – Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta menunda penambahan Program Studi (Prodi) Batik. Pasalnya, sampai saat ini belum ada nomenklatur terkait Prodi tersebut.

Rektor Uniba Surakarta, Endang Siti Rahayu mengungkapkan, pembukaan Prodi Batik menjadi salah satu cita-cita perguruan tingginya saat ini. Bahkan, menurut Endang, pihaknya sudah mengajukan pembukaan Prodi tersebut.

“Namun karena belum ada nomenklaturnya, jadi terpaksa ditunda dulu. Berdasarkan konsepnya, dari penambahan Prodi Batik diharapkan mampu menguasai semua hal dalam perbatikan,” paparnya kepada wartawan, usai membuka Forum Group Discussion (FGD) dan Jagongan Batik yang digelar di Ruang Seminar Kampus Uniba, Kamis (17/9/2015).

Endang menambahkan, sedianya mahasiswa yang lulus dari Prodi Batik disiapkan untuk mampu membuka usaha secara mandiri dan lincah mengelola manajemen industri batik.

“Saya yakin sekali pendidikan batik di lingkungan universitas ini bisa jadi daya tarik yang khas dan dicari masyarakat. Maka saat ini, untuk mengembangkan bidang perbatikan ini kami mengambil kebijakan dengan menerapkan mata kuliah Manajemen Perbatikan untuk semua fakultas yang ada di Uniba. Saat ini mata kuliah tersebut baru ada di dua fakultas, yakni Fakultas Ekonomi (FE) yang kemudian disusul Fakultas Hukum (FH),” ujarnya.

 Triawati Prihatsari Purwanto